Suami Bunuh Istri di Ciputat

Istri yang Dibunuh Suami di Ciputat Sempat Curhat ke Tetangga soal KDRT, Suara Tangis Malam-malam

Saat malam peristiwa pembunuhan, Rahman mengaku tak mendengar ada teriakan minta tolong dari korban, hanya terdengar suara tangisan.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
Ade Feri/TribunBanten.com
SUAMI BUNUH ISTRI- Seorang suami di Kota Tangerang Selatan inisial JF (37), tega menghabisi nyawa istrinya inisial NS (25). Saat malam peristiwa pembunuhan, tetangga korban, Rahman mengaku tak mendengar ada teriakan minta tolong dari korban, hanya terdengar suara tangisan. (TRIBUNBANTEN/ADE FERI) 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang istri dibunuh oleh suaminya sendiri di Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).

Suami berinisial JN (37) membunuh istrinya, RK (25), di sebuah rumah kontrakan di Jalan Rusa IV A, RT 04/03, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (16/6/2025).

Sosok RK merupakan korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Menurut penuturan Rahman Hadi Hasibuan, tetangga korban, RK yang bekerja sebagai apoteker dikenal baik dan murah senyum.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat bercerita kepada istri Rahman perihal KDRT yang dilakukan JN.

"Jadi korban ini pernah cerita ke istri saya, curhat gitu bahwa selama 5 tahun pernikahan mereka si pelaku ini memang sering KDRT," kata Rahman, dikutip dari TribunBanten.com.

Rahman mengungkap, istrinya pernah memperingatkan korban untuk meminta pertolongan apabila alami KDRT.

Baca juga: Selingkuh dan Cemburu Picu Prahara Rumah Tangga, Suami di Ciputat Timur Tega Bunuh Istrinya

Akan tetapi saat malam peristiwa pembunuhan, Rahman mengaku tak mendengar ada teriakan minta tolong dari korban.

"Dari jauh-jauh hari istri saya itu pernah bilang ke korban, kalau ada apa-apa misal terjadi KDRT itu teriak aja atau gedor-gedor pintu," kata Rahman.

"Tapi malam itu ga ada teriak-teriak atau gedor-gedor pintu, cuma nangis aja. Abis itu ya udah gak ada suara lagi," jelasnya.

Kepada tetangganya itu, korban sempat menyebut bahwa suaminya orang yang temperamental dan cemburuan.

J tak suka apabila melihat sang istri berbaur dengan orang lain.

"Kata korban, si pelaku ini memang orangnya temperamental dan cemburuan. Jadi gak bisa lihat istrinya berbaur dengan orang lain, mungkin takut perbuatan KDRT nya diketahui orang lain," ungkap dia.

Awalnya peristiwa ini terungkap saat J mengetuk pintu tetangganya, ia membuat pengakuan mengejutkan telah membunuh istrinya.

Baca juga: Penampakan Rumah Kontrakan di Tangsel, Saksi Bisu Tragedi Suami Bunuh Istri

Rahman atau akrab disapa Opung, yang merupakan tetangga korban mengakui memang sebelumnya sempat mendengar suara gaduh-gaduh dari rumah kontrakan suami istri tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved