Viral! Ada Dugaan Pelecehan Seksual Hingga Pungli di SMA Negeri 4 Kota Serang
Sebuah pengakuan dari alumni yang tidak mau disebutkan namanya membuka kembali skandal yang terjadi di SMA Negeri 4 Kota Serang.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebuah pengakuan dari alumni yang tidak mau disebutkan namanya membuka kembali skandal yang terjadi di SMA Negeri 4 Kota Serang.
Ia membenarkan adanya dugaan pencabulan oleh oknum guru, pungutan liar (pungli), serta kondisi fasilitas sekolah yang memprihatinkan.
Temuan ini muncul di media sosial, namun kini dibenarkan mantan siswa yang ingin merahasiakan identitas.
Alumni tersebut menyampaikan bahwa pelecehan seksual pernah terjadi di kalangan siswa laki-laki pada zamannya, dan ia mendengar kini pelaku menargetkan siswi perempuan.
“Saya ingat di era saya ada guru lelaki yang melecehkan siswa laki-laki. Kalau yang sekarang, saya dengar korbannya perempuan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu, (9/7/2025).
Baca juga: Miris! Dalam Sepekan, 14 Kasus Pencabulan Ditemukan di Serang, Pelaku Mayoritas Orang Dekat Korban
Ia menyesalkan minimnya tindakan tegas dari sekolah.
Menurutnya, alih-alih melindungi korban, pihak sekolah justru cenderung menutup masalah.
“Oknum guru cabul itu sudah keluar sekolah, tetapi tidak ada penindakan. Saat angkatan saya, banyak korban, dari info saya, masih ada pelaku berbeda generasi sekarang,” katanya.
Selain isu pencabulan, Alumni juga mengungkapkan pungutan liar terselubung dalam program ekstrakurikuler dan pembangunan sarana sekolah.
Ia menyoroti praktik “one day one thousand” (ODOT), di mana siswa wajib membayar Rp 1.000 per hari. Totalnya malah naik jadi Rp 2.000, sebagian disebutkan untuk masjid sekolah dan pembinaan eskul.
“Sekitar 60 persen dana untuk masjid, 40 persen masuk kantung wakil kepala sekolah. Padahal guru honorer yang jadi pembina tidak pernah mendapat dana untuk lomba,” ungkapnya.
Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler, kata dia, bahkan harus berinisiatif menggalang dana sendiri, seperti berjualan dan mengumpulkan sumbangan mandiri.
Baca juga: Kisah Pilu Anak Pemulung di Cikande, Korban Pencabulan Sejak 2022 Hingga Kini Belum Dapat Keadilan
Alumni juga menuturkan bahwa mereka diwajibkan membayar Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyumbang untuk buku di perpustakaan.
Permintaan iuran ini terjadi di bawah tekanan, OSIS pun tidak berani menolak karena intimidasi.
| Nestapa Anak 13 Tahun di Pandeglang: Dicabuli Ayah Kandung hingga Hamil, Kini Menuju Persalinan |
|
|---|
| Terpidana Pencabulan Anak di Tangsel Kabur Setahun, Ditangkap di Rumah Keponakan di Tegal |
|
|---|
| Korban Guru Silat Cabul di Serang Banten Bertambah Jadi 11, Salah Satunya Keponakan Pelaku |
|
|---|
| Warga Waringinkurung Serang Dibuat Murka, Ayah Sambung Diduga Setubuhi Anak Tiri |
|
|---|
| Kasus Guru Silat Cabuli Murid di Serang, Bupati Zakiyah Turun Tangan Beri Perlindungan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sman-4-kota-serang-skandal.jpg)