Kasus Korupsi Pertamina
Mahfud MD Puji Pengungkapan Dugaan Korupsi di Pertamina, Minta Kejagung Abaikan Hal Ini
Mahfud MD mengapresiasi Kejagung menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk di PT Pertamina Persero
TRIBUNBANTEN.COM - Mahfud MD, mantan Menkopulhukam sekaligus mantan Cawapres 2024 mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung), yang menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk di PT Pertamina Persero tahun 2018-2023.
Diketahui, Kamis (10/7/2025) kemarin, Kejagung mengumumkan sejumlah tersangka baru dalam kasus tersebut
Salah satunya adalah bos minyak Riza Chalid.
Baca juga: Singgung Jatuhnya Soeharto, Mahfud MD Sebut Pemakzulan Gibran Tak Harus Sepaket dengan Prabowo
"Bravo uuntukKejaksaan Agung yang telah menetapkan 9 tersangka baru untuk kasus tata kelola minyak mentah PT Pertamina. Jaksa Agung memenuhi janjinya," tulis Mahfud MD dikutip Warta Kota dari akun X, Jumat (11/7/2025)
Mahfud meminta agar jajaran Kejaksaan Agung tak mengindahkan prasangka-prasangka miring yang menuduh pengungkapkan tersebut sebagai upaya pencitraan
"Ada yang masih nyinyir, bilang bahwa kejaksaan agung melakukan pencitraan. Menurut saya tak apa-apa."
"Memang semua institusi dan pejabat harus melakukan pencitraan."
"Yakni bekerja dengan baik dan penuh integritas agar citra diri dan lembaganya menjadi baik dan kredibel," kata dia
Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar mengatakan penetapan tersangka terhadap sembilan orang itu dilakukan usai pihaknya memeriksa saksi sebanyak 273 saksi dan 16 ahli.
Dari pemeriksaan itu Qohar menyatakan penyidik menemukan sejumlah fakta adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara korupsi tersebut.
"Tim penyidik menyimpulkan telah diperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan sembilan orang tersangka," kata Qohar dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kamis (10/7/2025).
Qohar menjelaskan bahwa Riza merupakan beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM) yang lahannya sebelumnya telah disita oleh Kejagung.
Sementara untuk delapan tersangka lainnya yakni VP Supply dan Distribusi PT Pertamina 2011-2015 berinisial AN, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina periode 2014 berinisial HB dan TN selaku VP Intergrated Supply Change 2017-2018.
Selanjutnya ada DS selaku selaku VP Crude and Product PT Pertamina 2018-2020, AS selaku Direktur Gas Petrochemical PT Pertamina Internasional Shiping dan HW selaku mantan SVP Suplly Change 2019-2020.
Kemudian, MH selaku Bisnis Development Manager PT Travigula yang menjabat tahun 2019-2021 dan IP selaku Bisnis Development Manager Mahameru Kencana Abadi.
| Mantan Direktur Pemasaran Pertamina Blak-blakan Ditekan Riza Chalid dalam Pengadaan Terminal BBM |
|
|---|
| Polda Banten Tetapkan Manajer dan Pengawas SPBU Ciceri Tersangka Kasus Pertamax Oplosan, Pemiliknya? |
|
|---|
| ESDM Banten Soroti Isu Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Kota Serang |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang Ditangani Polda Banten |
|
|---|
| Tersangkut Dugaan Pertamax Oplosan, SPBU Ciceri Kota Serang Ditutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/menko-polhukam-mahfud-md-3.jpg)