SPMB Banten 2025
Gubernur Banten Andra Soni Diminta Turun Tangan Atasi Polemik SPMB di Tangsel
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi polemik berkepanjangan
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi polemik berkepanjangan.
Hal itu nampak dengan masih adanya sejumlah sekolah yang aksesnya ditutup oleh warga, sebagai bentuk protes atas sistem SPMB 2025 yang dinilai tidak berpihak pada warga sekitar sekolah.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com pada Minggu (13/7/2025) sejumlah sekolah yang aksesnya masih ditutup warga ialah SMAN 6 dan SMAN 3 Tangsel.
Merasa resah dengan polemik yang tak kunjung usai, sejumlah warga dan wali murid pun meminta agar Gubernur Banten, Andra Soni turun tangan guna menyelesaikan persoalan tersebut.
"Untuk pak gubernur tolong diperhatikan bagaimana jalan keluarnya yang terbaik, agar satu belah pihak tidak saling merugikan atau dirugikan. Tolong perbaiki lagi sistenya," ujar seorang wali murid di Pamulang, Nia, pada Minggu (13/7/2025).
Baca juga: Jelang Masuk Sekolah, Akses Utama Menuju SMAN 6 Tangsel Masih Diblokir Warga Gegara Kisruh SPMB 2025
Menurutnya, polemik SPMB tersebut harusnya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan dilakukan sesegera mungkin, mengingat proses pembelajaran akan segera berlangsung pada Senin 14 Juli 2025 besok.
"Kalau bisa dibicarakan secara musyawarah antara dua belah pihak bagaimana jalan keluar yang terbaik, karena besok senin kita sudah masuk sekolah," katanya.
"Kita lihat secara psikis dan secara psikologis untuk anak sendiri. Kalau saya bilang lebih baik dibicarakan secara baik-baik, dicari jalan solusinya untuk mendapatkan keputusan yang terbaik buat kita semuanya," tandasnya.
Hal senada disampaikan oleh seorang warga Pamulang Permai yang tinggal di sekitar SMAN 6 Tangsel, Mario, yang juga mengharapkan kehadiran gubernur dalam menyelesaikan polemik SPMB.
"Pak gubernur yang terpilih saat ini kita berharap beliau bisa datang juga kemari, bisa melihat kondisinya, bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ini," katanya.
Baca juga: Kata Andra Soni soal Pintu Masuk SMAN 6 Tangsel Ditutup Warga yang Protes SPMB Banten 2025
Adapun terkait alasan warga masih melakukan penutupan sejumlah akses sekolah, Mario menyampaikan agar tuntutan warga bisa dipenuhi.
Sebab kata dia, terdapat puluhan warga yang anaknya tidak lolos dalam seleksi SPMB 2025 jalur domisili, meski rumahnya dekat dengan sekolah.
"Engga mungkin kami tinggal disini, tapi anak-anak kami sekolah nya di Muncul, atau di Ciputat atau diluar Tangsel bahkan, itu kan tidak mungkin," ucapnya .
"Masa anak-anak kami menjadi penonton dirumah kami sendiri," tandasnya.
Foto ade feri
Wali Murid yang ditemui di SMAN 6 Tangsel, Minggu (13/7/2025).
Dugaan Pungli Seragam Masuk Tahap Akhir Pemeriksaan, Nasib Kepsek SDN Ciledug Barat di Ujung Tanduk |
![]() |
---|
Fakta Baru SPMB Banten 2025 : Ada 3.483 Kuota Siswa SMA dan SMK Negeri di Banten Tidak Terisi |
![]() |
---|
SMP Swasta di Kabupaten Serang Keluhkan Sepinya Minat Pendaftar SPMB |
![]() |
---|
Plt Kepala sekolah SMAN 4 Kota Serang Angkat Suara soal Dugaan Pungli |
![]() |
---|
Daftar Sekolah SD dan SMP Swasta Gratis di Kabupaten Tangerang, Bisa Jadi Pilihan di SPMB 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.