Sedang Garap Kebun Karet, Warga di Cikulur-Lebak Diancam Dibacok, Kenapa?

Sejumlah petani di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mendapatkan intimidasi, Rabu (16/7/2025).  

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Potret kebun karet di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sejumlah petani di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mendapatkan intimidasi dari sejumlah kelompok orang tidak dikenal (OTK), Rabu (16/7/2025).  

Berdasarkan informasi, kelompok OTK tersebut diduga merupakan suruhan dari pihak perkebunan karet, lantaran warga menggarap lahan milik perkebunan karet yang dianggap memiliki status hak guna usaha (HGU), namun sudah sejak lama mati. 

Warga yang mengetahui status hak guna usaha (HGU) lahan kebun karet tersebut tekah mati, berinisiatif menggarap lahan tersebut untuk pertanian. 

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Lebak Segera Dilaunching Secara Nasional, Ini Lokasinya

Pantauan TribunBanten.com di lokasi, tempat di mana keributan terjadi pada Sabtu 12 Juli 2025. 

Gubuk yang berada di tengah perkebunan karet yang dirikan warga penggarap lahan sudah hancur, menyatu dengan tanah. 

Sejumlah tanaman seperti pohon pisang, singkong, jagung dan kacang diduga dirusak oleh sejumlah kelompok tidak dikenal. 

Berdasarkan video yang diterima TribunBanten.com, kelompok OTK tersebut sempat mengacungkan golok kepada para penggarap lahan.

Bahkan, OTK tersebut mengancam akan membacok petani dengan golok.  

Tak hanya itu, tanaman milik warga juga dirusak menggunakan sebilah golok. 

Eep, salah satu warga di antara penggarapan lahan perkebunan karet menyampaikan, sekelompok OTK tersebut secara tiba-tiba mendatangi gubuk peristirahatan petani dan melakukan ancaman dengan golok. 

"Mereka datang mengacungkan golok mengancam kami, semuanya pada bawa golok supaya bubar. Gubuknya kami juga di hancurkan," ujarnya. 

Ia menyebutkan, jumlah OTK yang datang mengancam para petani sebanyak 100 orang. 

"Yang datang 100 orang waktu itu," katanya. 

Menurutnya, kelompok OTK membubarkan petani, lantaran tidak terima lahan perkebunan karet dimanfaatkan warga. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved