Bukan di IKN, Upacara HUT ke-80 RI Kembali Digelar ke Jakarta

Pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT ke-80 RI tahun 2025.

Editor: Ahmad Tajudin
AI Gemini/Tribun Banten
ILUSTRASI UPACARA HUT RI - Gambar ini merupakan hasil olahan chatbot Artificial Intelligence (AI) Gemini. Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT ke-80 RI tahun 2025 akan kembali digelar di Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT ke-80 RI tahun 2025.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu pada saat HUT ke-79 RI di 2024 yang justru dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Di mana upacara tersebut menjadi yang pertama diadakan di IKN, sekaligus menjadi upacara terakhir Presiden ke-7 Joko Widodo sebelum menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Presiden Prabowo. 

Upacara kenegaraan yang biasa digelar pada 17 Agustus ini, rencananya akan kembali dilaksanakan di Jakarta.

Baca juga: Daftar 76 Nama Calon Paskibraka Nasional 2025 untuk Upacara HUT ke-80 RI

Upacara tahunan ini, akan digelar di Jakarta seperti penyelenggaraan yang biasa dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Jakarta dipilih

Jakarta dipilih sebagal lokasi Upacara HUT ke-80 RI.

Lokasi upacara kenegaraan HUT ke-80 RI itu diumumkan oleh Kepala Komunikasi Kepresidenan/PCI Hasan Nasbi.

Bahkan, panitia untuk pelaksanaan HUT ke-80 RI sudah dibentuk oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pun sudah melakukan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

"Kalau informasi terakhir yang kita dapatkan, pelaksanaan perayaan 17 Agustus akan dilaksanakan di Jakarta," kata Kepala Komunikasi Presiden/PCO Hasan Nasbi, di Gedung Kwartir Nasional (Kwartir), Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2025).

Baca juga: Cek PIP 2025 untuk Siswa SD Sekarang, Berikut Jadwal Pencairan dan Besaran Dana Bantuan

Logo diluncurkan sebentar lagi

Seiring dengan itu, pemerintah akan meluncurkan logo HUT RI sebentar lagi. 

Hasan menuturkan, peluncurannya termasuk dengan tema peringatan, sekaligus penjelasan dari logo yang dipilih.  

"Mengenai logo dan tema peringatan 17 Agustus tahun ini, perayaan kemerdekaan kita, perayaan 80 tahun kemerdekaan kita akan segera di-launching dalam waktu dekat, tanggalnya mungkin nanti kita tunggu saja," tutur Hasan.

Bisa jadi, kata Hasan, logo HUT ke-80 RI akan diumumkan secara langsung oleh Presiden Prabowo.

"Tapi pasti dalam waktu dekat akan di-launching oleh mungkin di-launching oleh presiden ya mengenai logo dan temanya. Jadi, kita tunggu, ya," imbuh Hasan.

Baca juga: Sebut Tom Lembong Bisa Bebas, Pengacara Kondang Hotman Paris Diminta Kejagung Tak Buat Gaduh

Upacara di IKN jadi yang pertama dan terakhir?

Memilih Ibu Kota Jakarta menjadi tempat utama upacara kenegaraan untuk memperingati HUT ke-80 RI bisa saja membuat IKN menjadi tempat upacara pertama sekaligus yang terakhir pada tahun lalu.

Namun, hal itu belum dapat dipastikan.

Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa IKN tetap tak ditinggalkan.

Yang dapat dipastikan, upacara kenegaraan di IKN tahun lalu berlangsung meriah.

Kala itu, upacara memang digelar di dua tempat, termasuk di Jakarta yang dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Istana Kepresidenan mengundang banyak pihak.

Influencer hingga warga sekitar turut hadir memeriahkan momentum.

Para menteri yang basis kantornya di Jakarta diboyong ke calon ibu kota baru tersebut.

Setidaknya, ada 1.300 orang diundang hadir langsung untuk mengikuti upacara di lapangan Istana Negara, IKN.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelumnya mengatakan, ia awalnya ingin mengundang 8.000 tamu untuk ikut serta dalam upacara. 

Karena keterbatasan tempat dan akomodasi, pihaknya harus mengurangi jumlah tamu.

Antusiasme seolah tidak surut. Lapangan utama di depan Istana Negara IKN, yang menjadi tempat upacara, sudah ramai sejak pagi. 

Padahal saat itu, langit sedikit mendung dan hujan sempat menerjang pada siang hari.  

Prabowo hadir

Sebagai seorang Menteri Pertahanan (Menhan) dan Presiden Terpilih pada waktu itu, Prabowo juga hadir. 

Ia bahkan menemani Jokowi wawancara dengan media setelah upacara penurunan bendera. 

Keduanya juga turut dalam foto bersama awak media di tempat yang sama. 

Selain Prabowo, ada pula Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Kemudian, ada pemengaruh (influencer) media sosial Thariq Halilintar-Aaliyah Massaid, serta Ibnu Wardani. 

Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 juga hadir, yakni atlet panjat tebing Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah.

Selain para menteri, ada juga petinggi partai politik, meliputi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, serta Plt Ketua Umum PPP Mardiono.

Relawan Jokowi turut hadir, yaitu Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau Noel dan Ketua Umum (Ketum) Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina. 

Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Jokowi sendiri memilih baju adat Kustin dari Kesultanan Kutai Kartanegara saat upacara pengibaran, dilanjut busana Banjar saat penurunan bendera.

Ada pula yang memilih memakai jaket atau baju formal. 

Suasana berlangsung semarak sepanjang hari itu.

Usai upacara, para peserta disuguhkan dengan pentas seni lokal, paduan suara, serta tarian tradisional Kalimantan Timur.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved