Konflik Israel Palestina

Houthi Kembali Serang Israel, Bidik Bandara Tel Aviv hingga Pangkalan IDF

Houthi Yaman kembali melancarkan serangan dengan menembakkan rudal balistik Zulfiqar dan drone ke Bandara dekat Ibu Kota Israel.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
Foto: MOHAMMED HUWAIS/AFP
SASAR ISRAEL - Sebuah rudal dengan peluncur mobile dalam parade kelompok Ansarallah (Houthi). Peluncuran rudal oleh kelompok Houthi Yaman. Houthi Yaman kembali melancarkan serangan dengan menembakkan rudal balistik Zulfiqar dan drone ke Bandara Internasional Ben Gurion serta pelabuhan Eliat  

TRIBUNBANTEN.COM - Houthi, Kelompok militan di Yaman kembali melancarkan serangan dengan menembakkan rudal balistik Zulfiqar dan pesawat tak berawak (drone) ke Bandara Internasional Ben Gurion dekat Ibu Kota Israel, Tel Aviv.

Bukan cuma itu, Houthi juga turut melayangkan dua serangan drone terkoordinasi yang menargetkan infrastruktur strategis pangkalan militer di wilayah Negev.

Serangan dilontarkan pasca juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengunggah sebuah pernyataan dalam sebuah video singkat.

Baca juga: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk, Israel Tolak Mundur dari Gaza

Saree menegaskan bahwa aksi tersebut adalah bagian dari operasi berkelanjutan Houthi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza, yang terus menjadi korban konflik antara Israel dan kelompok Hamas.

“Angkatan Houthi akan terus melakukan tindakan militer terhadap Israel, hingga agresi terhadap Gaza dihentikan dan blokade dicabut,” tegas Saree, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Militer Israel merespons cepat laporan serangan itu. Dalam pernyataan resminya, pasukan Israel menyatakan bahwa satu rudal yang diluncurkan dari arah Yaman telah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka.

“Setelah sirine terdengar di sejumlah wilayah di Israel, satu rudal yang diluncurkan dari Yaman telah dicegat,” demikian pernyataan resmi IDF.

Kendati demikian, serangan tersebut membuat sirine tanda bahaya di sejumlah wilayah Israel meraung, hingga memicu kepanikan warga setempat.

Pelabuhan Eilat Tutup Permanen

Serangan seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan militan Houthi Yaman.

Sebelumnya, serangan rudal dan drone berulang dari Houthi telah memaksa Israel untuk menutup Pelabuhan Eilat secara permanen.

Pelabuhan Eilat adalah satu-satunya pelabuhan Israel di Laut Merah dan berperan penting dalam perdagangan logistik serta militer.

Letaknya yang terpencil di ujung selatan Israel menjadikannya target yang lebih mudah dijangkau oleh rudal balistik dan drone Houthi dibanding pelabuhan di Laut Tengah.

Dengan menyerang Eilat, Houthi tidak hanya mengganggu rantai pasok Israel, tetapi juga mengirim pesan bahwa mereka dapat menjangkau dan melumpuhkan aset strategis meskipun berada jauh dari Yaman.

Tercatat Houthi membombardir pelabuhan Eliat lalu lintas kapal dan barang turun drastis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved