Kabar Dunia
Inggris Akan Akui Negara Palestina di Majelis Umum PBB Bulan September 2025
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan negaranya siap mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
TRIBUNBANTEN.COM - Inggris bakal mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Keir Starmer menegaskan, Inggris akan mengakui negara Palestina, kecuali Israel mengambil sejumlah langkah yang diperlukan guna mengakhiri penderitaan di Gaza.
Baca juga: Temui Macron di Prancis, Presiden RI Prabowo Kembali Bahas Nasib Palestina
Langkah tersebut mencakup upaya untuk mengizinkan lebih banyak bantuan memasuki Gaza guna disalurkan kepada warga Palestina serta mencapai gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina.
Keir Stermer juga menegaskan tidak akan ada aneksasi Tepi Barat oleh Israel dan meminta Israel berkomitmen pada perdamaian jangka panjang yang mengarah pada pengkuan negara Palestina.
"Rakyat Palestina telah menanggung penderitaan yang mengerikan," ujar Keir Starmer kepada para wartawan, Selasa (29/7/2025).
Ia menyoroti kelaparan yang semakinn meluas hingga meningkatkan risiko kematian di Jalur Gaza akibat pengepungan Israel dan blokade terhadap jalur masuk bantuan.
"Sekarang, di Gaza, karena kegagalan bantuan yang dahsyat, kami melihat bayi-bayi kelaparan, anak-anak yang terlalu lemah untuk berdiri, gambaran yang akan terus kami ingat seumur hidup. Penderitaan ini harus diakhiri," ujarnya.
Keir Starmer mengatakan pemerintahnya akan membuat penilaian pada bulan September tentang seberapa jauh para pihak telah memenuhi langkah-langkah ini.
"Saya selalu mengatakan bahwa kami akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi terhadap proses perdamaian sejati ketika solusi dua negara akan memberikan dampak sebesar mungkin," katanya.
Ia mengambil keputusan tersebut setelah memanggil kembali kabinetnya selama liburan musim panas pada hari Selasa untuk membahas rencana perdamaian baru.
Rencana tersebut melibatkan kerja sama dengan para pemimpin Eropa lainnya dan cara untuk mengirimkan lebih banyak bantuan kemanusiaan bagi 2,2 juta penduduk Gaza.
Pemerintahan Inggris berturut-turut telah mengatakan mereka akan secara resmi mengakui negara Palestina ketika waktunya tepat, tanpa pernah menetapkan jadwal atau menentukan persyaratan yang diperlukan.
Semakin banyak anggota parlemen di Partai Buruhnya yang memintanya untuk mengakui negara Palestina dan meningkatkan tekanan pada Israel, setelah Gaza mengalami bencana kelaparan akibat pengepungan Israel.
Pernyataan Keir Starmer muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan minggu lalu bahwa Prancis akan menjadi negara G7 pertama yang mengakui Palestina.
| Tolak Wajib Militer, 200 Ribu Yahudi Ultra-Ortodoks Turun ke Jalan di Yerusalem |
|
|---|
| Mayoritas Warga Israel Tolak Pemimpinnya Kembali Berkuasa, Karier Netanyahu Diujung Tanduk |
|
|---|
| Kala Trump Kembali Puji Prabowo di Depan 25 Kepala Negara Besar Dunia |
|
|---|
| Dihadiri Prabowo, Trump Sebut KTT Perdamaian Gaza Jadi Simbol Penutup Potensi Perang Dunia III |
|
|---|
| 27 Kepala Negara Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo Satu-satunya dari Asia Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Inggris-Keir-Starmer.jpg)