Potret SMKN 8 Tangsel, Viral Gegara Siswa Belajar Belajar Lesehan di Lantai

SMKN 8 Tangsel hanya memiliki dua gedung untuk menampung 664 siswa, membuat sebagian siswa harus belajar lesehan dan praktik di luar sekolah.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
SMKN 8 Tangerang Selatan (Tangsel) belakangan ini ramai diperbincangkan publik lantaran ratusan siswanya belajar lesehan atau menghampar di lantai. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - SMKN 8 Tangerang Selatan (Tangsel) belakangan ini ramai diperbincangkan publik lantaran ratusan siswanya belajar lesehan atau menghampar di lantai.

Namun faktanya, bukan hanya kekurangan meja dan kursi sebagai sarana prasarana belajar, sekolah ini juga mengalami keterbatasan gedung.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi, terlihat sekolah yang mulai beroperasi sejak 2023 tersebut hanya memiliki dua bangunan bertingkat.

Baca juga: Ketua RW dan RT di Binong Tangerang Diciduk Polisi Usai Palak Kontraktor hingga Puluhan Juta Rupiah

Gedung tersebut masing-masing terdiri dari satu gedung yang digunakan sebagai ruang belajar siswa (RBS) dan satu gedung ruang praktik siswa (RPS).

Pada gedung RBS terdapat 18 kelas yang menampung ratusan siswa kelas 10 dan kelas 11.

Sementara gedung RPS selain digunakan untuk praktik, juga difungsikan sebagai kantor bagi dewan guru untuk rapat atau beristirahat setelah mengajar.

Kondisi itulah yang menyebabkan 664 siswa yang tercatat di SMKN 8 Tangsel tidak semuanya menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Tercatat lebih dari 200 siswa kelas 12 harus menjalani pembelajaran di luar sekolah atau tepatnya melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di industri yang telah bekerja sama dengan sekolah.

Adapun bagi siswa yang belajar di sekolah, saat jam istirahat salat mereka terpaksa keluar dari area sekolah untuk menumpang salat di masjid yang berada di seberang jalan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Muraja, mengatakan kondisi memilukan tersebut telah terjadi sejak tahun 2024.

Ia menyebut, sejak tahun itu sekolahnya tidak lagi mendapat tambahan gedung baru.

"Terakhir pembangunan ruang praktik siswa itu tahun 2023. Sejak 2024 belum ada penambahan, karena pembangunannya bertahap," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (31/7/2025).

Meski demikian, ia mengaku memaklumi jika pemerintah belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan sekolah.

"Gedung memang sangat dibutuhkan, tapi tidak bisa langsung jadi. Pemerintah juga butuh waktu untuk menyelesaikan permasalahan ini, apalagi ini sekolah baru," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved