Kasus Pelecehan Seksual

Awal Mula Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Wakepsek di Kota Tangerang

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum wakil kepala sekolah (Wakepsek) di SMPN 23 Kota Tangerang menuai perhatian publik.

|
Editor: Ahmad Haris
Kolase Tribun Banten/Ist
Ilustrasi. Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum wakil kepala sekolah (Wakepsek) berinisial SY di SMPN 23 Kota Tangerang, terus menuai perhatian publik. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum wakil kepala sekolah (Wakepsek) berinisial SY di SMPN 23 Kota Tangerang, terus menuai perhatian publik.

Pasalnya, tindakan tidak senonoh tersebut dilakukan oleh terduga pelaku saat berada di lingkungan sekolah selama tiga kali.

Kuasa Hukum korban, Tiara Ramadhani menjelaskan, peristiwa yang dialami korban pertama kali terjadi pada 7 Mei 2025.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual pada Tahanan Wanita oleh Oknum Polisi Terjadi Lagi, Kini di Sel Polres Luwu

Saat itu, korban dalam kondisi terluka lantaran mengalami kecelakaan ketika hendak berangkat ke sekolah.

Namun alih-alih memberikan pertolongan medis, terduga pelaku justru melakukan aksi pencabulan terhadap korban.

"Jadi korban itu sudah dilecehkan selama 3 kali, yang pertama itu waktu si korban ini mau berangkat sekolah dia jatuh dari motor. Kemudian ditolong oleh warga, terus ditanya sama warga kamu mau lanjut sekolah atau pulang. Terus si korban bilang mau lanjut karena sedang mengejar nilai ujian," ujarnya, Rabu (13/8/2025) malam.

"Kemudian (ketika tiba di sekolah), di bopong lah korban ini ke UKS bersama teman-temannya," sambungnya.

"Nah pelaku ini sudah memantau korban dari kejauhan, terus menghampiri korban yang saat itu dalam keadaan dibopong lemah dan luka-luka berdarah, untuk kemudian si pelaku mengajak ke ruangan nya sebagai wakil kepala sekolah SMPN 23 Kota Tangerang," kata Tiara menambahkan.

"Kemudian ketika korban sudah di ruangan, pelaku ini minta teman-temannya untuk pergi cari minyak urut sembari dia menutup hordeng dan mengunci pintu ruangannya."

"Di situ lah pelaku pertama kali melakukan tindakan cabul kepada korban," jelasnya.

Lebih lanjut, tiara menjelaskan, pasca kejadian pertama tersebut, terduga pelaku kembali melakukan aksi pencabulan terhadap korban satu pekan kemudian.

Modusnya, terduga pelaku menanyakan terkait keadaan korban pasca mengalami kecelakaan.

"Kejadian kedua terjadi saat korban sedang ngumpul sama temannya di lapangan, jadi pelaku itu sudah memantau si korban akhirnya disamperin dan ditanya kamu gimana kondisinya sekarang? udah membaik pak kata si korban," ucap Tiara.

"Terus si pelaku ini bilang, kalau misalnya masih sakit kamu boleh ke ruangan saya lagi, kata dia gitu. Ya dengan polosnya kayaknya enggak bisa berkutik si korban Ini akhirnya ke ruangan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved