Berita Pemkot Serang

Wali Kota Serang Ogah Terapkan BOT di Pasar Rau, Budi Rustandi: Nyusahin Pedagang

Wali Kota Serang Budi Rustandi menolak skema BOT DPRD untuk Pasar Rau. Ia menilai BOT merugikan pedagang dan memilih kelola langsung oleh Pemkot.

Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Muhamad Rifky Juliana/TribunBanten.com
Wali Kota Serang Budi Rustandi menolak skema BOT DPRD untuk Pasar Rau. Ia menilai BOT merugikan pedagang dan memilih kelola langsung oleh Pemkot. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa skema build operate transfer (BOT) yang diusulkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Muji Rohman, dinilai bukanlah solusi alternatif.

Menurutnya, jika skema BOT diterapkan, justru akan merugikan pedagang Pasar Rau.

“Bukan alternatif, itu malah nyusahin pedagang, mohon maaf nih,” kata Budi, Selasa (19/8/2025).

Baca juga: Seru! Ratusan Warga Balaraja-Tangerang, Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Gogoh Ikan

“Kalian pikir saja, pihak ketiga harus memikirkan keuntungan pemerintah, lalu juga mengambil keuntungan sendiri untuk mengembalikan modal,” tambahnya.

Budi menilai, jika pengelolaan Pasar Rau dilakukan langsung oleh pemerintah, hal itu akan lebih menguntungkan pedagang.

“Tapi kalau pemerintah yang mengelola, tentu akan menguntungkan pedagang. Sewa lebih murah, dan uang sewanya bisa dipakai untuk membayar bank. Jadi uangnya tetap berputar,” ucapnya.

“Karena yang saya pinjam itu bukan untuk infrastruktur mati, tapi untuk infrastruktur yang menghasilkan, yaitu pasar,” jelasnya.

Budi juga menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya akan memutus kontrak kerja sama dengan PT Pesona Banten Persada.

Hal itu dilakukan karena hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan banyak catatan wanprestasi dari perusahaan tersebut.

“Di era pemerintahan saya, saya putus kontrak itu. Kalau pemerintah yang mengelola, otomatis konsentrasi pemerintah hanya untuk menarik PAD sesuai aturan negara,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sejak Pasar Rau berdiri hingga kini, kondisinya tidak pernah baik karena dikelola pihak ketiga.

“Belajar dari pengalaman, sejak Rau berdiri sampai sekarang, kondisinya tidak bagus. Itu karena dikelola pihak ketiga, muncul pungli, makelar merajalela puluhan tahun,” tuturnya.

Karena itu, Budi menginginkan Pasar Rau dibangun dengan konsep modern, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Konsepnya seperti pasar modern. Ada AC, eskalator, lift, pasarnya bersih. Tidak ada lagi orang jual ayam masih dengan bulunya, semua sudah bersih hanya dagingnya,” jelas Budi.

Ia berharap DPRD Kota Serang bisa menerima kebijakan yang dinilai lebih pro terhadap pedagang, meskipun tetap menghargai masukan yang diberikan.

“Saya terima kasih atas saran Ketua DPRD, tapi tentu saran itu tidak sejalan dengan kebijakan yang saya ambil,” ujarnya.

“Karena saya harus mengambil kebijakan yang benar-benar pro terhadap pedagang di sana nantinya,” pungkas Budi.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved