Serunya Tradisi Mandi Kembang Warga Serang, Berhadap Jodoh Hingga Terhindar dari Bahaya
Anak - anak di bersorak sorai saat air kembang disiramkan ke tubuh mereka, Rabu (6/10/2021).
Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG- Anak - anak di bersorak sorai saat air kembang disiramkan ke tubuh mereka, Rabu (6/10/2021).
Bukan tanpa maksud, para anak-anak ini sedang menjalani tradisi mandi kembang atau dudus yang merupakan tradisi leluhur sejak masa Kesultanan Banten.
Kegiatan mandi kembang ini biasa dilakukan warga RT 02/02 Kampung Karundang Tengah, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Terdapat 25 lebih ember dan tong besar berisi air dan bunga tujuh rupa.
Masyarakat antusias melaksanakan tradisi yang selalu digelar di hari rabu terakhir bulan Safar.
Baca juga: Lakukan Ritual Agar Terhindar dari OTT, Anggota DPR Ditipu Wanita yang Ngaku Titisan Nyi Roro Kidul
Ada tiga wanita, satu di antaranya Masita yang bertugas menyiram, membasuh dan memandikan.
Anak-anak tidak igin beranjak pergi, mereka minta terus disiram dengan air bunga sambil bersorak sorai "lagi, lagi".
Remaja, para gadis, bapak-bapak dan orang tua pun tak luput dari siraman air kembang.
Ada pula orangtua yang memiliki balita meminta untuk dibasuh wajahnya dengan air agar selamat dari bahaya.
Para gadis itu juga ikut bersorak sorai bersama anak-anak lainnya.
Di tengah sorakan, ada pula yang berharap mendapatkan jodoh.
"Ya Allah pengen jodoh," dari suara yang terdengar saat acara mandi tolak bala berlangsung.
Baca juga: Rebo Wekasan, Tradisi Mandi Tolak Bala dan Asal-usulnya dalam Masyarakat Banten
Sementara itu, orangtua yang usai melaksanakan salat tolak bala terlihat berlari lantaran takut di siram dan basah.
Ada pula kendaraan yang di siram agar selamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/mandi-kembang-dudus.jpg)