LENGKAP! Ini Resume atau Rangkuman Buku Jokowi’s White Paper

Rangkuman lengkap isi buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo cs, mengulas polemik ijazah Jokowi, analisis forensik hingga respons UGM dan Projo

Editor: Abdul Rosid
Instagram/@tifauziatyassuma/dr Tifa
Rangkuman lengkap isi buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo cs, mengulas polemik ijazah Jokowi, analisis forensik hingga respons UGM dan Projo 

TRIBUNBANTEN.COM - Soft launching buku kontroversial berjudul Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa berlangsung di UC Coffee Shop, Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (18/8/2025).

Peluncuran buku yang awalnya dijadwalkan di Ruang Nusantara Gedung University Club (UC) UGM itu sempat mengalami kendala. 

Pihak UGM tiba-tiba membatalkan penyewaan ruangan dan konferensi pers akhirnya dipindahkan ke area kafe.

Di tengah acara, aliran listrik dan pendingin ruangan sempat dimatikan. Bahkan, terjadi perdebatan antara panitia dengan pihak kampus. 

Baca juga: Rabu Wekasan 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Doa dan Pandangan Menurut Islam

Meski penuh hambatan, acara soft launching Jokowi’s White Paper tetap berjalan hingga selesai.

Isi dan Resume Buku Jokowi’s White Paper

Pada peluncuran yang digelar hari ini, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, membeberkan rangkuman isi dari buku tersebut.

Roy mengatakan dalam buku tersebut, dituliskan awal mula akhirnya ijazah Jokowi dipermasalahkan dan berujung pada proses hukum pada saat ini.

Sosok yang juga merupakan eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mengatakan kasus tersebut berawal dari pernyataan Jokowi yang mengaku memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di bawah tiga tetapi bisa lulus dari Fakultas Kehutanan UGM.

"Ada penjelasan tentang telematika tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 yang mengawali semuanya ketika seseorang (Jokowi) mengaku lulusan UGM tetapi IPK-nya di bawah 3. Dan itu menimbulkan pertanyaan di masyarakat," jelas Roy, dikutip dari YouTube Refly Harun.

Roy juga mengatakan, di dalam buku tersebut, turut dituliskan analisis ilmiah dari dirinya, Rismon, dan Dokter Tifa terkait ijazah Jokowi.

"Analisis ilmiahnya, ada ELA (Error Level Analysis), ada kemudian Dokter Rismon sangat dalam mengulas digital forensik. Kemudian, Dokter Tifa akan mengulas neuro politica dan tentang behavorial neuro science," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rismon turut membeberkan tulisannya yang tertuang dalam buku tersebut soal analisisnya terkait ijazah Jokowi.

Pertama, Rismon menganalisis sebaran warna dalam ijazah Jokowi.

"Di situ dibuktikan tidak ada stempel di atas foto ijazah Joko Widodo. Itu confirm karena diperiksa nilai-nilai numerik yang merepresentasikan tiap piksel di setiap citra digital," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved