Peringatan BMKG: Pandeglang Jadi Wilayah Rawan Gempa dan Tsunami di Banten

BMKG menyebut Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko gempa dan tsunami yang tinggi di Provinsi Banten.

Editor: Abdul Rosid
Freepik
BMKG menyebut Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko gempa dan tsunami yang tinggi di Provinsi Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko gempa dan tsunami yang tinggi di Provinsi Banten.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Setyoajie Prayoedhie menyatakan, alasan Pandeglang menjadi daerah rawan gempa dan tsunami karena dipengaruhi oleh empat sumber utama potensi bencana, di antaranya:

1. Zona Megathrust selatan Jawa dengan potensi M 8,9

2. Zona sesar aktif (Semangko dan Ujung Kulon) 

3. Zona Graben Selat Sunda yang berpotensi longsor dasar laut.

4. Aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Baca juga: Istri Siri di Serpong Banten Dianiaya Suami Gegara Cicilan Motor, Kepala Robek dan Berdarah

"Mengingat kembali pada peristiwa tsunami 22 Desember 2018 akibat longsoran Gunung Anak Krakatau yang menerjang Kecamatan Sumur dan sekitarnya, serta gempa bumi M 6,9 pada 2019 yang guncangannya menimbulkan kepanikan di Kecamatan Sumur," ujarnya, dikutip dari laman resmi BMKG.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman di Pandeglang bersifat kompleks, baik dari sumber tektonik maupun non-tektonik," sambungnya.

Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG)

Dengan tingkat kerawanan seperti itu, pihaknya berinisiasi menggelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) 2025.

Sekolah tersebut digelar di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat siaga dan tangguh bencana.

Dia menyebut, penguatan edukasi kesiapsiagaan menjadi krusial melihat tren frekuensi gempa bumi yang terus meningkat dan mekanisme pembangkitan tsunami yang semakin kompleks. 

Oleh karenanya, SLG adalah wujud kepedulian negara terhadap keselamatan bangsa dari ancaman bahaya yang nyata.

“Risiko bencana sesungguhnya dapat kita kurangi apabila kita secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat,” kata Setyoajie

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved