Pandeglang Diguncang Gempa Dua Kali Dalam Sehari, Terbesar Magnitudo 4.3

Wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi sebanyak dua kali dalam satu hari pada Selasa (14/4/2026). 

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi sebanyak dua kali dalam satu hari pada Selasa (14/4/2026).  

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang gempa bumi sebanyak dua kali dalam satu hari pada Selasa (14/4/2026). 

Gempa dengan kekuatan terbesar tercatat bermagnitudo 4,3.

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 07.58 WIB.

Baca juga: Pria Ngamuk di Pos Damkar Kota Tangerang, Satu Petugas Alami Luka Robek di Pelipis Mata

Gempa tersebut memiliki magnitudo 4,3 dengan lokasi di koordinat 6,59 Lintang Selatan dan 104,55 Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer barat Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Selang beberapa jam kemudian, gempa kedua kembali terjadi pada pukul 15.26 WIB dengan magnitudo 3,5.

Lokasi gempa kedua berada di koordinat 6,60 Lintang Selatan dan 105,16 Bujur Timur, sekitar 46 kilometer barat Sumur, Banten, dengan kedalaman 12 kilometer.

Untuk mengetahui informasi gempa terkini, masyarakat dapat memantau melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun media sosial.

Doa yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa

Dalam situasi gempa bumi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah sebagai berikut:

Teks doa (Latin):

Allahumma inni as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bih. Wa a‘udzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa arsalta bih.

Terjemahan:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan atas apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan atas apa yang Engkau kirimkan.”

Doa tersebut tidak hanya dianjurkan saat gempa bumi, tetapi juga ketika menghadapi bencana alam lainnya seperti angin topan, banjir, maupun longsor.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved