Resmi Dilantik di Pendopo Gubernur, IDI Banten Kini Dipimpin Mohamad Rifki
Kepengurusan IDI Banten baru masa bakti 2025–2028 resmi dilantik di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.
TRIBUNBANTEN.COM - Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Banten atau IDI Banten yang baru, masa bakti 2025–2028 resmi dilantik di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (22/10/2025).
Kepengurusan IDI Banten kini diketuai oleh Mohamad Rifki.
Ia menegaskan, komitmen organisasi untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya memajukan layanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi.
Baca juga: Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Jantung, Baru Tersedia 1.963 untuk 280 Juta Penduduk
"Kami adalah organisasi profesi dokter, sudah sepatutnya kami mendukung program-program kesehatan yang dijalankan pemerintah," ujar Mohamad Rifki, Serang, Tangsel, Rabu (22/10/2025).
"Salah satu fokus kami adalah memastikan bahwa pelayanan dokter tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Tangerang saja, tapi juga merata hingga ke seluruh pelosok Banten," lanjutnya.
Pada momen ini, Mohamad Rifki mengatakan IDI Banten saat ini memiliki 34 perhimpunan dokter spesialis yang masuk dalam struktur kepengurusan dan akan menjadi ujung tombak dalam membantu pengadaan tenaga dokter spesialis di daerah-daerah yang masih kekurangan.
"Kami akan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi dokter lebih adil. Kami juga mendorong adanya penghargaan dan insentif bagi para dokter yang bersedia mengabdi di daerah terpencil," tambahnya.
Terkait anggaran, IDI Banten mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Banten yang selama ini dinilai sudah cukup memadai.
“Anggaran sudah bukan masalah utama. Tinggal bagaimana semua pihak bergerak dan menjalankan rencana yang ada,” ujarnya.
Selain itu, Mohamad Rifki mengungkapakan IDI Banten memberikan perhatian khusus pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan kedokteran.
Ia mendorong Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), sebagai perguruan tinggi negeri di Banten, untuk segera mengembangkan program pendidikan dokter spesialis.
"Target jangka panjang kami adalah agar Banten bisa memproduksi dokter spesialis sendiri. Jika lulusan dokter spesialis berasal dari Banten, maka akan lebih mudah bagi kita menggerakkan mereka untuk mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menegaskan program prioritas Gubernur Banten adalah meningkatkan kapasitas sekaligus pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, di seluruh wilayah provinsi.
“Salah satu turunan program prioritas Bapak Gubernur, Andra Soni adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kapasitas sekaligus sebaran para dokter, terutama dokter spesialis. Ini menjadi pekerjaan bersama,” ujar Ati Pramudji.
Saat ini, lanjut Ati, Banten memiliki lima fakultas kedokteran yang sedang berbenah untuk menyiapkan program pendidikan dokter spesialis (PPDS).
| Pekan Terakhir Libur Sekolah, Okupansi Aston Anyer Tembus 100 Persen, Mayoritas Tamu Lokal |
|
|---|
| Banjir Banten Lama Picu Amarah Wali Kota Serang, Sungai Menyempit Jadi Drainase |
|
|---|
| Dari Lokal ke Global, UMKM Binaan PLN UID Banten Tembus Pasar Internasional |
|
|---|
| Masjid Banten Lama Diterpa Banjir, Makam Sultan Maulana Hasanuddin Tak Tersentuh Air |
|
|---|
| Banjir di Masjid Agung Banten Lama Mulai Surut, Aktivitas Peziarah Normal Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ikatan-Dokter-Indonesia-Banten-IDI-Banten.jpg)