Kepala Kantor Ditjenpas Banten Tulis Buku “Bercerminlah”, Bahas Akal, Hati, Nafsu, dan Ruh
Kakanwil Ditjenpas Banten Ali Syeh Banna meluncurkan buku “Bercerminlah”, membahas refleksi diri, keseimbangan akal, hati, nafsu, dan ruh
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Ali Syeh Banna, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Bercerminlah”, sebuah karya reflektif yang mengupas keseimbangan akal, hati, hawa nafsu, dan ruh dalam kehidupan manusia.
Peluncuran buku tersebut digelar di Kota Serang, Banten, dan dihadiri sejumlah pejabat, pegawai pemasyarakatan, serta tamu undangan. Buku ini menjadi ruang perenungan tentang pentingnya kesadaran diri di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan.
Ali Syeh Banna mengatakan, manusia kerap disibukkan dengan urusan di luar dirinya, seperti lingkungan, pekerjaan, hingga menilai orang lain. Namun, banyak yang justru lupa mengenali dan mengevaluasi diri sendiri.
Baca juga: Kanwil Ditjenpas Banten Canangkan Zona Integritas, Targetkan Tambah Satker Berpredikat WBK
“Sering kali kita sibuk mengomentari dunia luar, tapi jarang bertanya ke dalam diri. Padahal, perubahan besar justru selalu berawal dari kesadaran pribadi,” ujar Ali Syeh, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, Bercerminlah bukan sekadar buku bacaan, tetapi ajakan untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan bersikap jujur terhadap diri sendiri. Makna bercermin dalam buku ini, kata dia, tidak terbatas pada melihat fisik, melainkan memahami apa yang menggerakkan pikiran, perasaan, dan tindakan manusia.
“Bercermin itu bukan soal rupa, tapi soal memahami apa yang mendorong setiap keputusan dan perilaku kita sehari-hari,” katanya.
Dalam buku tersebut, Ali Syeh mengangkat konsep Babahan Songo, yakni sembilan potensi dalam diri manusia yang menjadi pintu masuk berbagai pengaruh. Dari sembilan potensi itu, lahir beragam dorongan, keinginan, serta kecenderungan yang membentuk karakter dan sikap seseorang, baik dalam hubungan sosial maupun spiritual.
Ia juga menjelaskan empat kekuatan utama yang menggerakkan raga manusia, yaitu akal pikiran, hawa nafsu, hati, dan ruh.
“Akal berfungsi menimbang benar dan salah, hawa nafsu mendorong keinginan, hati menjadi pusat nurani dan rasa, sementara ruh adalah penghubung manusia dengan Tuhan,” jelasnya.
Ali Syeh menilai, ketidakseimbangan keempat unsur tersebut kerap menjadi sumber persoalan dalam kehidupan. Dominasi hawa nafsu, misalnya, dapat menyeret manusia pada keinginan sesaat dan membuatnya kehilangan arah.
“Ketika akal, hati, dan ruh tidak berjalan seimbang, manusia mudah tersesat. Tapi jika keempatnya selaras, raga akan bergerak menuju kebaikan dan kehidupan yang lebih bermakna,” ujarnya.
Buku Bercerminlah juga diperkuat dengan rujukan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, serta nilai-nilai kearifan lokal dan warisan leluhur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjembatani refleksi spiritual dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Ali Syeh berharap buku ini dapat menjangkau masyarakat luas, tidak hanya kalangan tertentu. Ia menilai pesan dalam buku tersebut juga relevan bagi insan pemasyarakatan yang setiap hari bergelut dengan tantangan moral, tanggung jawab, dan pelayanan publik.
“Sebagai aparatur negara, kita dituntut profesional. Tapi lebih dari itu, kita juga harus menjaga keseimbangan batin agar tetap manusiawi,” katanya.
Menutup peluncuran buku, Ali Syeh menegaskan bahwa perubahan hidup tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari keberanian untuk mengenali diri sendiri.
“Hidup yang lebih baik tidak selalu lahir dari perubahan besar. Kadang cukup dengan keberanian untuk bercermin dan jujur pada diri sendiri,” pungkasnya.
| Kanwil Ditjenpas Banten Tegaskan Siap Berantas Narkoba, Handphone Ilegal dan Pungli di Lapas-Rutan |
|
|---|
| Lapas Tangerang Pamerkan Produk Beton Karya Warga Binaan di Bazar Kanwil Ditjenpas Banten |
|
|---|
| Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten Kukuhkan Tiga Personel Satops Patnal Lapas Serang |
|
|---|
| Kanwil Ditjenpas Banten Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Turun Tangan Jaga Kebersihan di Kota Serang |
|
|---|
| Kanwil Ditjenpas Banten Canangkan Zona Integritas, Targetkan Tambah Satker Berpredikat WBK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Banten-Ali-Syeh-Banna-resmi.jpg)