Cerita di Balik Damainya PWI: Dahlan Dahi Jadi Mediator Dua Kubu yang Bertikai
Kisah Dahlan Dahi dalam menyatukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sempat terbelah akibat konflik 2024-2025.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Jurus Dahlan Dahi Satukan Dualisme Pengurus PWI Pusat
Pada Mei 2025, dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah atau berdamai.
Kesepakatan ini dimediasi oleh anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, CEO Tribun Network yang terpilih sebagai anggota Dewan Pers periode 2025–2028 melalui konstituen Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI).
Dahlan Dahi bertekad menyatukan kembali PWI. Setelah dilantik menjadi anggota Dewan Pers pada 14 Mei 2025, Dahlan yang kemudian menjabat Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers segera mencari solusi atas konflik dan dualisme di tubuh PWI. Dahlan sendiri bukan anggota PWI, melainkan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Begitu dilantik menjadi anggota Dewan Pers, Dahlan langsung berupaya mencari solusi atas konflik panjang di tubuh PWI.
Dahlan bertindak sebagai mediator dalam rapat virtual dengan Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023, Hendry Ch Bangun, serta ketua versi Kongres Luar Biasa Jakarta 2024, Zulmansyah Sekedang.
Dua hari setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pers, Dahlan mempertemukan Hendry Ch Bangun (HCB) dan Zulmansyah Sekedang, Jumat (16/5/2025) malam.
Dua kubu yang sebelumnya berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui Kongres Persatuan PWI yang digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta.
Kongres tersebut bertujuan menyatukan kepengurusan, menuntaskan laporan pidana dan perdata antaranggota, serta memilih pengurus baru.
Pada September 2025, Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, menandai berakhirnya era dualisme PWI.
Kepada TribunBanten.com, Dahlan Dahi mengaku niat menyatukan PWI semata-mata didasari ketulusan hati dan keinginannya agar sesama insan pers tidak saling bertengkar.
“PWI ini kan organisasi pers tertua di Indonesia. Saya tidak ingin saat saya pensiun nanti masih melihat para wartawan berkonflik tanpa ujung,” ujar Dahlan Dahi kepada TribunBanten.com usai acara HPN 2026 Banten.
“Jadi niat saya murni dari hati, bukan untuk mendapatkan penghargaan. Ini sejarah yang harus dicatat,” lanjutnya.
Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan
Dahlan Dahi, lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 1971.
| Bangun 40 SPKLU di 24 Kota, V-Green Indonesia Gandeng Tribun Network |
|
|---|
| Daftar Jurnalis, Media, dan Tokoh Pers Penerima Penghargaan di HPN 2026 Banten |
|
|---|
| Berkat Jasa Tulus Selesaikan Konflik Dualisme PWI, Dahlan Dahi Terima Penghargaan PWI Awards 2026 |
|
|---|
| Sosok Dahlan Dahi, CEO Tribun Network Dianugrahi PWI Award 2026 Usai Berhasil Satukan Kembali PWI |
|
|---|
| Anggota Dewan Pers Sekaligus CEO Tribun Network, Dahlan Dahi Raih PWI Awards pada HPN 2026 di Banten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/CEO-Tribun-Network-Dahlan-Dahi-sdf.jpg)