Cerita di Balik Damainya PWI: Dahlan Dahi Jadi Mediator Dua Kubu yang Bertikai
Kisah Dahlan Dahi dalam menyatukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sempat terbelah akibat konflik 2024-2025.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Naluri jurnalis Dahlan Dahi diperoleh saat aktif di media kampus ketika mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Dahlan memulai karier jurnalis profesional pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994.
Awal era reformasi, euforia demokrasi memungkinkan dengan mudah lahirnya perusahaan penerbitan pers.
PT Indopersda Primamedia, menerbitkan tabloid politik Bangkit.
Dahlan menjadi koordinator peliputan mengerjakan tabloid Bangkit bersama almarhum Uki M Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya.
Pada saat konflik Teluk, dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein, tahun 2003, Dahlan bertugas meliput ke Timur Tengah.
Ia mereportase untuk koran-koran Persda, seperti Surya (Jatim), Banjarmasin Post dan Metro Banjar (Kalsel), Sriwijaya Post (Sumsel), Serambi Indonesia (Aceh), Pos Kupang (NTT), Bangka Pos, dan Metro Bandung (Jabar). Juga laporan untuk stasiun televisi TV7.
Pada kurun waktu bersamaan, Pers Daerah Kompas Gramedia mulai mengembangkan koran merek Tribun, dengan Harian Tribun Kaltim terbit perdana 8 Mei 2003.
Sepulang tugas di Irak, akhir 2003, Dahlan kemudian mendapat tugas baru bersama Uki M Kurdi mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com), yang terbit perdana 10 Februari 2004, dan kemudian menjadi Editor in Chief (Pemimpin Redaksi) Tribun Timur, 1 Januari 2009.
Seterusnya, karier Dahlan melejit menjadi General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, dan Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia.
Lalu sejak 1 Juli 2019, Dahlan mendapat amanah menjadi Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media berbasis digital di KG Media yakni Kompas.com, Kompas.TV, Kontan.co.id, Tribunnews. com, Grid Network dan Sonora.id.
Puncaknya, 1 November 2020, ia menjabat Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network.
Di bawah kepemimpinan Dahlan, Tribun Network berkembang pesat menjadi media online yang mengelola 70 website dan 21 surat kabar harian, dan kini memiliki kantor di 42 kota tersebar di 37 provinsi.
Tribun Nework hadir di semua provinsi Indonesia, minus Papua Pegunungan.
Tribun Network merupakan media online dengan jumlah pembaca terbesar di Indonesia.
Satukan Dualisme Pengurus PWI
| Bangun 40 SPKLU di 24 Kota, V-Green Indonesia Gandeng Tribun Network |
|
|---|
| Daftar Jurnalis, Media, dan Tokoh Pers Penerima Penghargaan di HPN 2026 Banten |
|
|---|
| Berkat Jasa Tulus Selesaikan Konflik Dualisme PWI, Dahlan Dahi Terima Penghargaan PWI Awards 2026 |
|
|---|
| Sosok Dahlan Dahi, CEO Tribun Network Dianugrahi PWI Award 2026 Usai Berhasil Satukan Kembali PWI |
|
|---|
| Anggota Dewan Pers Sekaligus CEO Tribun Network, Dahlan Dahi Raih PWI Awards pada HPN 2026 di Banten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/CEO-Tribun-Network-Dahlan-Dahi-sdf.jpg)