Gubernur dan Wagub Banten Geram Soal RS Hermina Ciruas Diduga Tolak Rawat Balita Pasien BPJS

Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dibuat geram oleh Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang

|
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Kolase/TribunBanten.com
Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dibuat geram oleh Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dibuat geram oleh Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang.

Pasalnya, RS Hermina Ciruas diduga menolak merawat balita penderita gizi buruk yang merupakan pasien BPJS.

Sebagaimana diketahui, balita tersebut bernama Umar Ayyasy. Saat ini, balita berusia tiga tahun itu telah meninggal dunia.

Balita asal Pontang, Kabupaten Serang tersebut meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Banten pada Jumat (5/9/2025).

Baca juga: Dugaan Penolakan Rawat Pasien BPJS, RS Hermina Ciruas Tuding Keluarga Pasien Tak Mau Nunggu di IGD

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah, tidak boleh menolak pasien BPJS.

Sebab, kata dia, tingkat Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Banten sudah masuk dalam kategori baik.

"Saya sudah perintahkan kepada Dinkes untuk melakukan koordinasi. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi di Banten," ujar Andra Soni kepada TribunBanten.com, Rabu (10/9/2025).

Ketika tingkat UHC Provinsi Banten sudah baik, kata Andra, pelayanan kesehatan untuk masyarakat peserta BPJS juga harus dapat dilayani dengan baik.

"Pelayanan terkait BPJS itu setiap masyarakat yang membutuhkan, masuk ke rumah sakit di wilayah Banten, bisa ter-cover oleh BPJS," ujarnya.

Senada dengan Andra, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan tidak boleh ada pasien BPJS yang ditolak rumah sakit saat membutuhkan layanan kesehatan.

"Nanti saya tegur itu, rumah sakit kok nolak-nolak. Ini kan anak bangsa, jadi harus diperhatikan. Kalau ada masalah, ya pada pemerintah, pemerintah yang harus membiayai," katanya.

"Jadi jangan dibiarkan atau diabaikan. Saya berharap kepada semua rumah sakit yang ada di Banten, kalau ada pasien masyarakat yang memang memerlukan pelayanan kesehatan, harus dibantu, apalagi kalau dia orang miskin," tambahnya.

Dikatakan Dimyati, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap Rumah Sakit Hermina Ciruas.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap seluruh rumah sakit di Provinsi Banten untuk memastikan apakah sudah memberikan pelayanan kesehatan dengan baik atau tidak kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved