Modus Bendahara Petir Bawa Kabur Dana Desa dengan Cara Palsukan Tanda Tangan Kades

Kades Petir Wahyudi mengaku kecolongan, pasalnya dalam proses pencairan dana desa, bendahara YS diduga turut memalsukan tanda tangannya. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Muhammad Uqel
Kades Desa Petir Wahyudi saat menjelaskan kepada masyarakat modus bendahara desa bawa kabur dan desa dengan cara palsukan tanda tangan Kades. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Desa (Kades) Petir Wahyudi mengaku kecolongan, pasalnya dalam proses pencairan dana desa, bendahara YS diduga turut memalsukan tanda tangannya. 

Sebagaimana diketahui, dana desa petir diduga dibawa kabur oleh YS bendahara desa Petir yang kini berstatus buron. 

"Ketahuan setelah saya dikonfirmasi oleh supervisor kecamatan termasuk pendamping desa, karena pada saat itu dana untuk kegiatan fisik itu sudah dikeluarkan. Saya tidak merasa memerintahkan dana itu dikeluarkan," kata Wahyudi kepada TribunBanten.com, Rabu, (15/10/2025).

Baca juga: Kaur Keuangan Desa Petir Diduga Bawa Kabur Dana Desa Rp1 M, Kepala Desa Kaget Saldo Sisa Rp47 Ribu

"Bahkan saya kaget juga tanda tangan saya dipalsukan oleh dia, pengambilan tanpa sepengetahuan saya," sambungnya.

Dikatakan Wahyudi, dirinya sampai menelusuri riwayat transaksi dari istri YS dan menemukan indikasi puluhan akun pinjol.

"Silaturahmi ke rumahnya, anak saya juga pernah pinjam hp istrinya (bendahara) minta izin, bahkan dikasih (suruh cek) tapi anak saya menolak. Biar istrinya saja yang membuka, setelah dilihat katanya sih pinjol kalau tidak salah puluhan aplikasi pinjol," ujarnya.

Wahyudi mengakui, sejauh yang ia kenal, hubungan antara dirinya dan YS serta semua perangkat desa berjalan relatif baik.

Ia tidak mengira YS yang diberi kepercayaan olehnya bisa berbuat hal demikian yaitu menggelapkan dana desa kurang lebih Rp. 1 miliar.

"Selama ini kami tidak ada kecurigaan ke arah sana, secara personal kita baik dengan yang lain juga tidak ada tanda-tanda, ya itulah kecolongannya," ucapnya.

Lebih lanjut, Wahyudi mengungkapkan, tak lama setelah ditemukan indikasi tersebut.

Ia dan beberapa pihak langsung melakukan cek rekening koran.

Dari sana ia melihat kecurigaan dalam pencairan dana desa ia sama sekali tidak dilibatkan bahkan tidak mengetahui.

"Ada penarikan cek setelah saya lihat dari rekening koran. Itu saya tidak pernah menandatangani dan juga kalau itu pengambilan melalui cek (harus) antara bendahara dan kades yang hadir dan KTP asli. Nah KTP saya juga ada di kantong kan," terangnya.

Yudi berharap kisruh yang terjadi akan segera menemui titik terang. Iapun mengaku menerima semua sangkaan dari masyarakat. Yang jelas, ia mengaku tidak terlibat dalam kasus yang dilakukan YS.

"Nanti pembuktian hukum yang akan bicara, yang jelas saya berharap pelaku segera tertangkap dan secara hukum konsekuensi harus diterima," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved