Cegah Banjir Akibat Sungai Cidurian, Warga Binuang Serang Minta Dibangunkan Tanggul yang Tinggi
Warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, meminta pemerintah segera membangun dan meninggikan tanggul
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, meminta pemerintah segera membangun dan meninggikan tanggul di bantaran Sungai Cidurian guna mencegah banjir yang kerap melanda permukiman.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul banjir akibat luapan Sungai Cidurian yang memaksa warga mengungsi hampir selama satu bulan.
Hingga kini, sebagian rumah warga masih terendam genangan air setinggi sekitar setengah meter, sehingga banyak warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian, mengontrak rumah, atau menumpang ke rumah keluarga.
Salah satu warga, Royadi, mengatakan kondisi tanggul di bantaran Sungai Cidurian sudah menurun sehingga tidak mampu menahan luapan air saat debit sungai meningkat.
"Ini kan tanggulnya sudah turun, makanya kita sudah sampaikan ke instansi daerah, pemerintah desa, kecamatan, pihak PU, dan BBWSC. Semua sudah kita sampaikan terkait masalah tanggul," ungkap Royadi, Jum'at, (6/2/2026).
Baca juga: Tak Kunjung Dapat Bantuan, Korban Banjir di Desa Cakung Serang Ngungsi Pakai Tenda Seadanya di Jalan
Menurutnya, Kampung Kuranji memang menjadi daerah langganan banjir karena terhimpit oleh dua sungai, yakni Sungai Cidurian dan Sungai Kalimati.
Namun, banjir yang terjadi tahun ini disebut sebagai yang terparah.
"Hampir setiap tahun banjir, karena kampung ini diapit dua sungai. Tapi banjir tahun ini yang paling parah," tandasnya.
Ia menjelaskan, air mulai masuk ke permukiman warga sejak 5 Januari 2026, sementara warga mulai mengungsi pada 8–9 Januari 2026. Saat itu, ketinggian air mencapai satu hingga dua meter lebih.
"Sekarang sudah mulai surut, tapi di dalam rumah masih ada genangan sekitar setengah meter. Warga yang rumahnya sudah memungkinkan mulai balik buat bersih-bersih," ujarnya.
Selama mengungsi, kebutuhan logistik makanan warga dipasok dari dapur umum yang berada di Kecamatan Carenang.
"Kalau logistik sih bagus, baik dari Dinsos maupun Kemensos," katanya.
Namun demikian, Royadi mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak tersedia sejak awal banjir. Untuk kebutuhan minum, warga terpaksa membeli air isi ulang.
"Dari awal air bersih nggak masuk, jadi buat minum kita beli air isi ulang," pungkasnya.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan dan peninggian tanggul Sungai Cidurian sebagai solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
| 2.105 Hektar Sawah di Kabupaten Serang Terdampak Banjir akan Diberikan Bantuan Benih Padi |
|
|---|
| Banjir Kabupaten Serang, Azwar Anas : Jangan Bilang Udah Langganan, Harus Ada Solusi |
|
|---|
| Terancam Gagal Panen Usai Lahan Sawah Terendam Banjir, Warga Carenang Serang Minta Perhatian Pemda |
|
|---|
| Dapur Umum Masak 3 Ribu Porsi per Hari, Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Serang |
|
|---|
| Lemahnya Manajemen Krisis, Ahmad Muhibbin Beri Catatan Penanganan Banjir di Kabupaten Serang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Warga-Kampung-Kuranji-Desa-Cakung-Kecamatan-Binuang-bernama-Royadi.jpg)