Waspada! Modus Baru QRIS di SPBU, Transaksi di EDC Tak Tercatat Meski Ada Bukti Pembayaran di HP

Sebuah dugaan kejanggalan dalam transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS terjadi di sebuah SPBU yang berlokasi di jalan Desa Sukanegara

|
Tangkap Layar/Kiriman Warga
DUGAAN MODUS TRANSAKSI QRIS - Tampak konsumen saat membeli Pertamax Turbo sebanyak Rp 50 ribu di sebuah SPBU di Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Rabu, (15/4/2026). 

BACA : Klarifikasi SPBU Pontang soal Transaksi QRIS di Mesin EDC Sempat Dianggap Gagal, Ternyata Uang Masuk

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebuah dugaan kejanggalan dalam transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS terjadi di sebuah SPBU yang berlokasi di jalan Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Seorang petugas bernama Muhtadi mengungkap kronologi peristiwa saat seorang konsumen diduga melakukan pembayaran yang tidak tercatat di mesin EDC, meski menunjukkan bukti transaksi di ponselnya.

Muhtadi, petugas SPBU, menceritakan kejadian bermula ketika seorang konsumen datang untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo.

Awalnya, petugas mengira konsumen akan melakukan pembayaran menggunakan kartu melalui mesin EDC.

Namun, konsumen tersebut kemudian menyatakan akan membayar menggunakan QRIS.

Mesin EDC milik BRI yang sebelumnya berada di area pengisian Pertamax Turbo pun diambil oleh Muhtadi untuk memproses transaksi tersebut.

"Saya ambil EDC-nya karena dia bilang mau bayar pakai QRIS," ujar Muhtadi, Rabu, (15/4/2026).

Baca juga: Aksi Curanmor di Cikande Serang Berhasil Digagalkan Warga, Pelaku Nyaris Babak Belur Diamuk Massa

Saat Muhtadi hendak mengatur nominal pembayaran sesuai jumlah pembelian, konsumen langsung melakukan pemindaian barcode QRIS menggunakan ponselnya.

Tidak lama kemudian, terdengar suara notifikasi dari aplikasi pembayaran di ponsel konsumen, yang diduga berasal dari aplikasi dompet digital.

Meski demikian, Muhtadi mengaku merasa ada kejanggalan. Pasalnya, mesin EDC tidak menunjukkan adanya transaksi yang masuk. Layar EDC masih menampilkan barcode QRIS, tanpa perubahan status pembayaran.

"Biasanya kalau transaksi berhasil, langsung muncul di EDC. Tapi ini tidak ada sama sekali," jelasnya.

Muhtadi kemudian menunggu beberapa saat untuk memastikan apakah transaksi tertunda. Namun hingga beberapa waktu berlalu, transaksi tetap tidak muncul di sistem EDC.

Karena merasa curiga, Muhtadi sempat mendokumentasikan bukti pembayaran yang ditunjukkan oleh konsumen. Meski begitu, hingga proses tersebut selesai, transaksi tetap tidak tercatat di mesin.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya modus baru dalam transaksi digital, khususnya penggunaan QRIS yang memanfaatkan celah verifikasi di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai kemungkinan gangguan sistem atau indikasi penyalahgunaan dalam transaksi tersebut. 

Petugas SPBU mengimbau agar setiap transaksi QRIS dipastikan masuk ke sistem resmi sebelum dianggap lunas, guna menghindari potensi kerugian.
 

 
 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved