Pertumbuhan Ekonomi Banten pada Triwulan I 2021 Turun ke Level Risiko Aman
Erwin mengatakan hal ini dipengaruhi oleh belum pulihnya konsumsi masyarakat.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan ekonomi Banten di Triwulan I 2021, mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan kebijakan refocussing anggaran dalam rangka penganggulangan dampak pandemi Covid-19.
"Secara akumulatif, pagu pendapatan APBD Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota mengalami penurunan sebesar 7,7 persen dibandingkan pada tahun 2020," ujar kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja di Novus Jiva Anyer, Selasa (22/6/2021).
Sementara itu, kata dia, pagu belanja wilayah Banten meningkat sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sampai dengan Triwulan I tahun 2021, realisasi pendapatan APBD Pemerintahan Provinsi Banten dan delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten senilai Rp6,28 triliun atau mencapai 17,6 persen dari target 2021.
Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2020 yang juga mencapai 17,1 persen.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan I-2021 Terhadap Triwulan IV 2020 Beranjak Positif
"Sementara itu, realisasi Belanja APBD senilai Rp3,79 triliun atau 9,1 persen dari total pagu Belanja, lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 11,6 persen," ucapnya.
Dan dari sisi perkembangan harga, Erwin pun menuturkan bahwa inflasi Provinsi Banten pada Triwulan I 2021 tercatat sebesar 1,39 persen, lebih rendah dibandingkan historis inflasi tiga tahun terakhir maupun pada inflasi triwulan IV 2020 yang masing-masing tercatat 3,41 persen dan 1,45 persen.
Erwin mengatakan hal ini dipengaruhi oleh belum pulihnya konsumsi masyarakat.
"Rendahnya inflasi Banten tersebut juga dipengaruhi oleh menurunnya tekanan pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya," ucap pria berbaju batik tersebut.
Baca juga: Industri E-Commerce Berkembang di Masa Pandemi, Begini Upaya Pemerintah Optimasi Ekonomi Digital
Namun, Erwin menuturkan bahwa Stabilisasi keuangan di Provinsi Banten pada Triwulan I 2021 tetap terjaga pada level resiko aman walaupun terdapat penurunan.
"Masih cukup terbilang aman meski memang terjadi pula penurunan pada penyaluran kredit oleh Bank," katanya.
Dan beberapa indikator utama perbankan yang masih melanjutkan pertumbuhan yang positif diantaranya ditunjukan oleh Aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Aset perbankan tumbuh sebesar 5,09 persen, DPK tumbuh 7,47 persen , namun pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar 2,40 persen.
Dari sisi intermediasi perbankan, Loan to Deposit Ration (LDR) di Provinsi Banten sebesar 153,94 perse, menurun dari 155,41 persen pada triwulan IV 2020.
Dari sisi risiko, rasio Non Performing Loan (NPL) tercatat menjadi 2,59 persen dari sebelumnya 2,26 persen, walaupun masih di bawah threshold sebesar 5 persen.
Baca juga: Banten Masuk 6 Provinsi dengan Penambahan Kasus Covid-19 Lebih Tinggi Dibandingkan Angka Kesembuhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bank-indonesia-bi-melaporkan-pertumbuhan-ekonomi-banten-di-triwulan-i-2021-mengalami-penurunan.jpg)