Cuaca Ekstrem di Provinsi Banten

Masuk Musim Pancaroba, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem di Banten

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Merak, memberi penjelasan terkait cuaca ekstreme yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Serang. 

|
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com/Dok. Warga
BPBD Kota Serang mencatat ratusan rumah di Kota Serang rusak, akibat tiupan angin puting beliung yang terjadi pada 28 - 30 Oktober 2024. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Merak, memberi penjelasan terkait cuaca ekstreme yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Serang, Provinsi Banten.

Sebab, ekstreme seperti hujan deras yang disertai angin kencang, telah merusak ratusan rumah warga di Kecamatan Walantaka, Serang, dan Curug.

Koordinator Pelayanan Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Tatang Rusmana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat musim peralihan atau pancaroba, yang sedang terjadi di Wilayah Banten.

Baca juga: Ratusan Rumah di Kota Serang Rusak Usai Diterjang Angin Puting Beliung 

"Jadi di musim pancaroba itu biasa diikuti oleh kondisi cuaca ekstreme," ujarnya kepada TribunBanten.com, Sabtu (2/11/2024).

"Hal itu karena di beberapa daerah, terdapat perbedaan-perbedaan suhu udara, sehingga cuacanya ekstreme," sambungnya. 

Tatang lalu menjelaskan, tanda ketika akan terjadinya cuaca ekstreme.

 

 

"Tandanya itu ada awan ekstreme atau awan cumulonimbus itu kan bisa dilihat, biasanya bergumpal dan gelap," jelasnya. 

Oleh sebab itu, Tatang mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstreme akibat musim pancaroba.

"Dan yang pasti harus selalu update informasi dari BMKG," ujar Tatang. 

Dikabarkan sebelumnya, Berdasarkan data BPBD Kota Serang, pada periode 28-30 Oktober 2024, hujan deras yang disertai angin kencang telah merusak sebanyak 152 rumah warga.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Sabtu 2 November 2024, BMKG Beri Peringatan Dini Ada Hujan Petir

Kerusakan tersebut, terjadi di Kecamatan Walantaka terdapat 114 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat.

Kemudian di Kecamatan Serang, tepatnya di Kelurahan Cipare, terdapat 2 rumah yang toboh.

Sementara kerusakan lainnya, terjadi di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, dengan total 26 rumah. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved