Cuaca Ekstrem di Provinsi Banten
Masuk Musim Pancaroba, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem di Banten
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Merak, memberi penjelasan terkait cuaca ekstreme yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Serang.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Merak, memberi penjelasan terkait cuaca ekstreme yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Serang, Provinsi Banten.
Sebab, ekstreme seperti hujan deras yang disertai angin kencang, telah merusak ratusan rumah warga di Kecamatan Walantaka, Serang, dan Curug.
Koordinator Pelayanan Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Tatang Rusmana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat musim peralihan atau pancaroba, yang sedang terjadi di Wilayah Banten.
Baca juga: Ratusan Rumah di Kota Serang Rusak Usai Diterjang Angin Puting Beliung
"Jadi di musim pancaroba itu biasa diikuti oleh kondisi cuaca ekstreme," ujarnya kepada TribunBanten.com, Sabtu (2/11/2024).
"Hal itu karena di beberapa daerah, terdapat perbedaan-perbedaan suhu udara, sehingga cuacanya ekstreme," sambungnya.
Tatang lalu menjelaskan, tanda ketika akan terjadinya cuaca ekstreme.
"Tandanya itu ada awan ekstreme atau awan cumulonimbus itu kan bisa dilihat, biasanya bergumpal dan gelap," jelasnya.
Oleh sebab itu, Tatang mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstreme akibat musim pancaroba.
"Dan yang pasti harus selalu update informasi dari BMKG," ujar Tatang.
Dikabarkan sebelumnya, Berdasarkan data BPBD Kota Serang, pada periode 28-30 Oktober 2024, hujan deras yang disertai angin kencang telah merusak sebanyak 152 rumah warga.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Sabtu 2 November 2024, BMKG Beri Peringatan Dini Ada Hujan Petir
Kerusakan tersebut, terjadi di Kecamatan Walantaka terdapat 114 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat.
Kemudian di Kecamatan Serang, tepatnya di Kelurahan Cipare, terdapat 2 rumah yang toboh.
Sementara kerusakan lainnya, terjadi di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, dengan total 26 rumah.
| 39 Pohon di Tangsel Tumbang hingga Billboard Timpa Rumah Warga |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem di Tangsel: Pohon-Pohon Tumbang, Timpa Kendaraan dan Fasilitas Umum |
|
|---|
| Plafon Islamic Centre Tangsel Porak Poranda usai Diguyur Hujan Deras dan Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
| Potensi Hujan Masih Tinggi, Warga Tangsel Sekitar Kali Angke Diminta Tak Lengah dari Ancaman Banjir |
|
|---|
| Akses Jalan ke Wisata Negeri di Atas Awan Citorek Tertutup Longsor, Pengendara DiImbau Putar Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/2-Rumah-Rusak-serang.jpg)