Kenapa Manusia Bisa Tersambar Petir? Begini Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG UPT Merak memberikan penjelasan ilmiah tentang kenapa manusia bisa tersambar petir. 

|
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, melayat ke rumah duka korban meninggal akibat sambaran petir di Kampung Badamusalam, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, pada Selasa (2/12/2025) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG UPT Merak memberikan penjelasan ilmiah tentang kenapa manusia bisa tersambar petir

Belum lama ini, sebanyak 9 orang di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen Kota Serang, mengalami insiden tersambar petir saat sedang meneduh di sebuah saung di tengah sawah.

Ketua Kelompok Kerja Data dan Informasi UPT BMKG Merak, Trian Asmarahadi mengatakan, petir bisa menyambar manusia atau orang, karena petir mencari konduktor yang paling tinggi di sekitarnya.

Jika ada manusia atau orang yang berada di sedekat awan komulonimbus, maka petir berpotensi menyambar orang karena ada loncatan energi listrik.

"Kalau petir menyambar orang atau manusia, secara kita tahu sendiri bahwasanya petir ini kan mencari konduktor yang paling tinggi di sekitar situ gitu, jadi apabila ada orang yang berdiri di tengah sawah ataupun di tengah lapangan, pasti itu jadi konduktor yang paling tinggi, dan bisa berpotensi ada loncatan listrik dari awan komulonimbus, nah itu petir bisa menyambar orang," katanya kepada TribunBanten.com, Jumat (5/12/2025).

Baca juga: Lima Petani Korban Sambaran Petir di Kota Serang Masih Dirawat, Kondisi Stabil tapi Masih Dipantau

Untuk itu, lanjut Trian, sebisa mungkin agar setiap individu untuk menghindari tempat-tempat terbuka, saat melihat awan-awan tebal.

"Kalau di BMKG itu istilahnya awan pembunuh komulonimbus, ada awan-awan tebal dan sudah mulai ada kilatan-kilatan, ataupun udah ada bunyi, mending lebih amannya bisa berlindung ke tempat yang lebih aman," jelasnya.

Diakui Trian, di Kota Serang dalam beberapa hari yang lalu terakhir masih mengalami musim pancaroba.
Hal itu dicirikan dari sering terjadinya petir atau awan-awan yang menghasilkan petir.

"Jadi di bulan-bulan (Pancaroba) itu memang rawan terjadinya petir, untuk imbauannya, apabila masyarakat beraktivitas di luar ruangan atau di outdoor, terus melihat ada kumpulan awan yang tebal, dan sudah mulai berbunyi petir, diimbau untuk bisa mencari tempat yang aman, dan tidak berlindung di bawah pohon ataupun benda-benda tinggi.

"Mending berlindung di rumah ataupun di tempat-tempat yang sekiranya yang lebih aman. Berlindung di bawah Saung juga enggak aman pak ya, apalagi kalau saungnya itu di tengah sawah, itu tidak aman,"

Diberitakan sebelumnya, Peristiwa tragis terjadi di Kampung Badamusalam, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Selasa (2/12/2025) sore.

Hujan deras disertai angin kencang dan petir menyebabkan sembilan petani tersambar saat tengah berteduh di sebuah gubuk persawahan.

Empat orang petani meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan warga sekitar, Aenudin, para petani awalnya tengah membersihkan sawah atau ngoyos.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved