Satu Tahun Kepala Daerah di Banten

Refleksi 1 Tahun Banten Dipimpin Andra-Dimyati, Pengamat dari Untirta : Belum Ada Perubahan Nyata

Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra–Dimyati, dinilai belum menunjukkan perubahan yang bersifat transformatif.

Tayang:
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Tajudin
Tangkap Layar Instagram @dpdgerindrabanten/@andrasoni12/@dimyati.natakusumah
PELANTIKAN KEPALA DAERAH - Andra Soni-Dimyati Natakusumah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten periode 2025-2030, pada Kamis (20/2/2025). 

TRIBUNBANTEN.COM – Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra–Dimyati, dinilai belum menunjukkan perubahan yang bersifat transformatif.

Sejumlah persoalan strategis dinilai masih berjalan di tempat dan belum menyentuh dampak nyata bagi masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ahmad Sururi, saat dimintai tanggapan terkait refleksi satu tahun pemerintahan Andra–Dimyati.

Menurut Sururi, ukuran keberhasilan satu tahun pertama kepemimpinan sejatinya dapat dilihat dari arah kebijakan dan dampak jangka pendek yang mulai terasa di tengah masyarakat.

Namun sejak dilantik pada 20 Februari 2024 lalu, hingga kini, ia menilai dampak tersebut belum terlihat secara signifikan.

“Satu tahun kepemimpinan Andra-Dimyati belum transformatif atau belum ada perubahan nyata. Program-program yang seharusnya dipetakan di awal tahun belum berdampak, jika ukurannya dampak jangka pendek masih belum terlihat. Janji-janji kampanye Andra-Dimyati belum sepenuhnya terealisasi, konteks janji dan realisasi ini yang seharusnya menjadi prioritas” ujar Sururi kepada Tribun Banten, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Satu Tahun Pimpin Kota Serang, Berikut Capaian 13 Program Unggulan Budi Rustandi-Agis Aulia

Janji Kampanye Belum Sepenuhnya Terealisasi

Sururi menyoroti pentingnya konsistensi antara janji kampanye dengan realisasi kebijakan.

Dalam konteks politik elektoral, janji yang disampaikan kepada publik bukan sekadar retorika, melainkan komitmen yang harus diterjemahkan dalam program kerja prioritas.

Ia menilai, sebagian janji kampanye Andra–Dimyati hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

Padahal, menurutnya, periode satu tahun pertama merupakan momentum penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun fondasi perubahan.

“Konsep janji dan realisasi ini harus menjadi prioritas. Publik menunggu pembuktian, bukan sekadar perencanaan normatif di atas kertas,” katanya.

Perlu Pemetaan Kebijakan yang Lebih Strategis

Lebih lanjut, Sururi mengkritisi pendekatan kebijakan yang dinilai masih cenderung administratif dan normatif. Ia menekankan pentingnya pemetaan kebijakan secara lebih tajam dan strategis.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu memilah secara tegas mana kebijakan yang harus dieksekusi cepat dengan dampak langsung, dan mana kebijakan yang bersifat jangka panjang serta membutuhkan tahapan berkelanjutan.

Tanpa pemetaan yang jelas, lanjut Sururi, program kerja berpotensi berjalan tanpa arah yang terukur dan sulit dievaluasi secara objektif.

Baca juga: Dilantik Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Andra Soni-Dimyati Resmi Jadi Pelayan Masyarakat Banten

Ketimpangan Wilayah dan Pengangguran Jadi Sorotan

Dalam refleksi satu tahun pemerintahan Andra–Dimyati, Sururi menyebut sejumlah persoalan mendasar yang seharusnya menjadi fokus utama.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved