Abraham Garuda Laksono Kawal BPJS PBI Warga Pandeglang Terkendala di RSUD Banten hingga Terlayani
Akses layanan kesehatan kembali menjadi sorotan setelah seorang warga Pandeglang yang mengalami kecelakaan kerja nyaris terkendala biaya akibat
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Anggota DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono turun langsung mengawal proses pengobatan terhadap Djajahari, warga Pandeglang yang mengalami kecelakaan kerja nyaris terkendala biaya akibat kepesertaan BPJS PBI yang tidak aktif.
Berkat bantuan Abraham, hak pasien untuk mendapatkan pengobatan akhirnya kembali dipulihkan di RSUD Banten.
Kronologi
Peristiwa itu terjadi saat Djajahari sedang membetulkan pagar pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam insiden tersebut, jari telunjuknya putus sehingga membutuhkan penanganan medis segera. Warga Kampung Cicadas, Pandeglang, itu langsung dilarikan ke RSUD Banten oleh tim kesehatan Abraham.
Namun, saat proses administrasi berlangsung, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa status BPJS PBI pasien tidak aktif.
Keluarga pun sempat diarahkan untuk beralih ke BPJS Mandiri dengan estimasi biaya sekitar Rp850 ribu agar pelayanan bisa segera diproses.
Kondisi tersebut jelas memberatkan keluarga pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi. Tim kesehatan Abraham kemudian berupaya mencari solusi agar kepesertaan BPJS PBI dapat diaktifkan kembali.
Baca juga: Respons Anggota DPR Ade Rosi soal 42 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI di Pandeglang Dinonaktifkan
Proses koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, BPJS, hingga Dinas Sosial.
Permasalahan utama diketahui berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menyebabkan ketidaksesuaian data. Upaya itu sempat menemui hambatan karena adanya perbedaan penafsiran kewenangan antarinstansi.
Melihat situasi itu, Abraham kemudian bertemu langsung dengan Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, untuk membahas solusi konkret.
Pertemuan tersebut sempat berlangsung alot karena menyangkut mekanisme administrasi dan kewenangan.
Meski demikian, Abraham mengapresiasi sikap terbuka pihak rumah sakit.
Menurutnya, Direktur RSUD Banten menunjukkan itikad baik dengan mau berdiskusi dan mencari jalan keluar terbaik bagi pasien.
“Alhamdulillah, pihak rumah sakit terbuka dan memberi solusi. Ini bentuk pelayanan publik yang kita harapkan,” katanya dalam keterangan tertulis kepada TribunBanten.com, Minggu (22/2/2026).
pelayanan RSUD Banten
RSUD Banten
BPJS Kesehatan PBI
BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan
BPJS PBI
BPJS
BPJS Kesehatan
Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
Abraham Garuda Laksono
| Pelatihan KDMP Rp14,9 Juta per Desa di Pandeglang Ricuh, Peserta Tuntut Evaluasi Total |
|
|---|
| Tinjau Langsung Gudang Bulog, Ali Zamroni Pastikan Stok Beras Lebak-Pandeglang Aman dan Berlimpah |
|
|---|
| Riang Riung Pandeglang Sukses Digelar, Kolaborasi Industri Lokal Dorong Ekonomi Kreatif Daerah |
|
|---|
| Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD-PK Pandeglang Ajak Warga Siaga Hadapi Risiko Bencana |
|
|---|
| BMKG Catat Gempa 2,0 Magnitudo di Sumur Banten, Ini Lokasi dan Kedalamannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Abraham-Garuda-Laksono-rsud.jpg)