PSEL Kota Serang Masuk Batch Kedua, Tahap Lelang April, Groundbreaking Oktober 2026

Kota Serang terus mempersiapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik melalui program strategis nasional PSEL.

Tayang:
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
PSEL - Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi saat diwawancarai di Puspemkot Serang, Jumat (13/3/2026). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kota Serang terus mempersiapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik melalui program strategis nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Lokasi PSEL di Kota Serang berlokasi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, Banten.

PSEL merupakan teknologi untuk mengolah sampah (terutama yang tak bisa didaur ulang) menjadi bahan bakar alternatif atau energi listrik. Ini merupakan proyek nasional untuk mengurangi volume sampah di kota besar, mengatasi kedaruratan sampah, dan mendukung energi bersih. 

Baca juga: BGN Kota Serang Ultimatum Pengelola SPPG Usai 5 Dapur Dihentikan Sementara

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi mengatakan Pemkot Serang sedang menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah untuk memenuhi kuota sampah yang dibutuhkan.

Hal ini disampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Pangan beberapa waktu lalu, yang dihadiri berbagai menteri dan pimpinan deputi kementerian.

"Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa program pengolahan sampah akan dimulai pada April dengan batch pertama yang mencakup wilayah Bogor Raya, Denpasar, Yogyakarta, dan Kota Bekasi," katanya, Jumat (13/3/2026).

Farach menambahkan PSEL Kota Serang batch kedua akan melalui tahapan lelang pada April dan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Oktober 2026. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga berencana mengundang Bupati Serang, Wali Kota Serang, dan Wali Kota Cilegon untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemenuhan kuota sampah.

"Kuota sampah yang akan dipenuhi dari tiga daerah tersebut, jumlahnya diperkirakan minimal sekitar 1.100 ton per hari," ucap Farach.

Menurutnya, program ini diharapkan mendorong pemanfaatan sampah yang lebih optimal, menghasilkan energi listrik, dan membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved