UT Serang Gelar Workshop P5 Terintegrasi MBG, Guru PAUD Banten Belajar Merancang Masa Depan

Aula TK Global Indonesia School di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada 25 Mei 2026, dipenuhi oleh semangat dan antusiasme yang luar biasa.

Tayang:
Editor: Ahmad Tajudin
Dok. Ist/UT
UNIVERSITAS TERBUKA - Universitas Terbuka (UT) Serang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan “Workshop Pendampingan Pembuatan Modul Ajar P5 Terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”. 

TRIBUNBANTEN.COM - Universitas Terbuka (UT) Serang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan “Workshop Pendampingan Pembuatan Modul Ajar P5 Terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” di Aula TK Global Indonesia School di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (25/5/2026).

Para guru yang hadir bukan sekadar menjadi peserta, mereka adalah mitra, perancang, dan ujung tombak pelaksana yang sesungguhnya dari program nasional.

Sebanyak 30 guru PAUD dari berbagai sekolah di bawah naungan Kelompok Kerja Guru (PKG) Kolase Kecamatan Kramatwatu hadir memadati ruangan, membawa semangat untuk belajar, berbagi, dan berkarya.

Sejak pagi, suasana terasa hidup. Saat registrasi dibuka pukul 07.30, para guru berdatangan dengan wajah antusias, saling menyapa dan bertukar cerita.

Energi positif itu mengalir hingga akhir acara saat mereka mempresentasikan modul yang berhasil mereka rancang sendiri, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menginspirasi.

Kegiatan dirangkai dengan prosesi pembukaan formal, penandatanganan Nota Kesepakatan antara Tim PkM UT Serang dan perwakilan PKG Kolase, dilanjutkan dengan serangkaian sesi materi, workshop intensif, dan presentasi hasil kerja kelompok.

Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Yus Alvar Saabighoot, M.Pd, Ketua Tim PkM sekaligus penanggung jawab keseluruhan program. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan latar belakang lahirnya kegiatan ini: sebuah keprihatinan sekaligus harapan besar terhadap kualitas gizi dan pendidikan karakter anak-anak PAUD di wilayah Banten.

Yus Alvar mengajak seluruh peserta untuk memandang workshop ini bukan sebagai kewajiban hadir, melainkan sebagai kesempatan untuk naik kelas sebagai pendidik, dari guru yang mengajarkan anak makan, menjadi guru yang mengajarkan anak mencintai makanannya, mencintai budayanya, dan mencintai dirinya sendiri.

Dalam sesi materinya mengenai Pangan Lokal sebagai Media Pembelajaran, Yus Alvar memaparkan bagaimana kekayaan pangan lokal Banten, ikan bandeng, daun kelor, talas beneng, dapat menjadi pintu masuk pembelajaran yang autentik, kontekstual, dan penuh makna bagi anak usia dini.

“Pangan lokal bukan sekadar bahan makanan. Ia adalah cerita leluhur, kebanggaan daerah, dan identitas yang harus kita wariskan kepada anak-anak kita sejak usia paling dini. Ketika guru mengajarkan ‘Isi Piringku’ melalui ikan bandeng atau daun kelor, ia sedang mengajarkan anak untuk menghargai tanah kelahirannya sendiri. Itulah P5 yang sesungguhnya.” Ujarnya dalam pembukaan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Hj. Eha Julaeha, M.Pd, mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.

Dengan nada hangat dan penuh apresiatif, beliau menyambut antusias tema yang diangkat dalam workshop ini. Menurutnya, integrasi MBG ke dalam pembelajaran P5 adalah gagasan yang tidak hanya baik secara akademis, tetapi juga sangat relevan dengan kebutuhan nyata anak-anak di lapangan.

Hj. Eha menekankan pentingnya penerapan ilmu yang didapat oleh para guru langsung di kelas masing-masing. Baginya, workshop ini akan memiliki dampak paling besar bukan dari jumlah pesertanya, melainkan dari sejauh mana ilmu yang diperoleh mampu mengubah cara guru memandang aktivitas makan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses tumbuh kembang anak.

“Tema yang diangkat pada hari ini sangat baik dan bermanfaat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di kelas masing-masing, agar anak-anak kita tumbuh dengan kecintaan terhadap makanan khas kita sendiri, makanan yang sehat, bergizi, dan berakar pada budaya kita.” Ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS! Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini, Pasca Presiden Mengganti Tiga Pejabat Kemarin

Sambutan kedua sekaligus momen bersejarah dihadirkan oleh Indriyani, FM, M.Pd, Ketua PKG Kolase Kecamatan Kramatwatu. Ia tampil mewakili seluruh guru PAUD peserta workshop, menyuarakan rasa syukur, harapan, dan komitmen komunitas guru terhadap program pendampingan yang dinilai sangat menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved