BGN Gandeng Polisi untuk Lacak SPPG di Kota Serang Diduga Mark Up Harga Roti
BGN menindaklanjuti viralnya percakapan yang diduga mengarah pada praktik mark up harga roti untuk kebutuhan Program MBG di Kota Serang.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti viralnya percakapan yang diduga mengarah pada praktik mark up harga roti untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang.
Percakapan yang beredar luas di media sosial itu memicu perhatian publik karena memuat dugaan permintaan pembuatan nota dengan nominal yang berbeda dari harga transaksi sebenarnya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut.
Bahkan, BGN telah meminta bantuan aparat kepolisian untuk membantu melacak pihak-pihak yang terlibat, termasuk lokasi SPPG dan penjual roti yang muncul dalam percakapan viral tersebut.
Baca juga: RESMI Dibuka! Ini Link Pendaftaran SPMB SMA Banten 2026, Klik spmb.bantenprov.go.id
"Kami sudah serahkan dan meminta bantuan pihak kepolisian juga untuk bantu mencari," kata Nuni Pratiwi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (9/6/2026).
Percakapan Dugaan Mark Up Harga Roti Viral
Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, terlihat seseorang yang diduga mewakili salah satu SPPG di Kota Serang memesan 70 buah roti dengan harga Rp1.700 per buah.
Dalam percakapan itu, pihak yang mengaku dari SPPG juga menyebut kebutuhan roti mencapai sekitar 1.800 buah per hari dan menawarkan kerja sama berlangganan kepada penjual.
Namun, harga yang diajukan disebut tidak disetujui oleh penjual roti.
Tak lama kemudian, muncul usulan agar ukuran roti diperkecil dengan menggunakan bahan baku yang lebih murah, seperti tepung dan susu curah, guna menyesuaikan harga yang diminta.
Percakapan tersebut semakin menjadi sorotan setelah muncul permintaan agar nota pembelian dibuat dengan nilai yang lebih tinggi dari harga sebenarnya.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terdapat pesan yang berbunyi, "Minta harga Rp1.500 tapi di nota Rp3.000, engga bisa yah?"
Dugaan permintaan mark up harga itulah yang kemudian memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan menjadi perhatian Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG Diingatkan Hindari Praktik Koruptif
Sebagai langkah pencegahan, BGN Kota Serang telah mengingatkan seluruh kepala SPPG agar menjalankan program MBG sesuai aturan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan negara.
| Dana Operasional Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Tak Beroperasi |
|
|---|
| Insentif Guru Ngaji, Marbot, dan Pemandi Jenazah di Kota Serang Belum Cair, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, SPBU Shell di Serang Barat Tutup: Pengendara Bingung Cari BBM |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga di SPBU Palima Serang Beralih ke BBM Pertalite |
|
|---|
| Kejar Target PAD Rp9 Miliar, Pemkot Serang Data Ulang Bangunan yang Diperluas dan Alih Fungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Menu-MBG-asdasdadsa.jpg)