Tanggapi Soal Dugaan Pelecehan Oknum Kepsek SMKN 2 Rangkasbitung, KCD Lebak : Sudah Dimusyawarahkan 

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Lebak Gugun Nugraha menanggapi dugaan pelecehan oknum Kepala Sekolah SMKN 2 Rangkasbitung

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Kolase Tribun/TribunBanten.com/Misbahudin
VIRAL DUGAAN PELECEHAN - Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Lebak, Gugun Nugraha menanggapi terkait dugaan pelecehan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Rangkasbitung. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Lebak, Gugun Nugraha menanggapi terkait dugaan pelecehan oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Rangkasbitung. 

Hal itu menyusul atas viralnya rekaman curhatan dua guru perempuan di SMK Negeri 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yang diduga menjadi korban pelecehan oknum Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung. 

Baca juga: Viral Rekaman Guru SMK Negeri 2 Rangkasbitung, Curhat Diduga Dilecehkan Oknum Kepala Sekolah

Dalam rekaman yang diterima TribunBanten.com, dua korban diduga menjadi korban pelecehan terduga oknum Kepsek tersebut.

Gugun mengakui bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi tersebut.

"Iya benar," ujarnya dalam pesan singkat, Selasa (9/8/2025). 

Meskipun begitu, kata Gugun, permasalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, lantaran hanya ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak. 

"Sudah selesai kemarin musyawarah, sudah berdamai. Hanya salah paham sjaa, tapi sudah diluruskan semuanya. Dan semuanya sudah saling memaafkan," katanya. 

Kepsek SMK Negeri 2 Rangkasbitung sampaikan permohonan maaf

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. 

Permohonan maaf itu, menyusul adanya rekaman curhatan dua orang guru perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan terduga oknum Kepsek. 

"Secara pribadi saya meminta maaf, atas kegaduhan dan tudingan yang saya terima," ujar Sukarno, Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung dalam sambungan telepon. 

Sukarno mengatakan, persoalan yang terjadi hanyalah kesalahan pahaman dan tidak ada unsur kesengajaan.

Baca juga: Serahkan Jabatan Menkeu ke Purbaya Yudhi Sadewa Usai Direshuffle, Sri Mulyani: Saya Pamit Undur Diri

"Tentunya ini hanya sebatas salah paham yah, soalnya saya secara pribadi jujur tidak ada niatan atau sengaja. Mungkin cara komunikasi saya terlalu berlebihan dengan mereka, dan mereka menanggapinya seperti itu," katanya. 

"Apalgi saya sudah tua. Tapi jujur, sasalaman (salaman) saya dengan mereka hanya sebatas bercanda, dan tidak ada niat apapun," sambungnya. 

Atas tudingan tersebut, Ia mengaku sudah melakukan musyawarah bersama guru dan pihak keluarga yang merasa dirugikan. 

"Alhamdulillah sudah musyawarah dengan mereka. Dan kami juga sudah saling memaafkan satu sama lain. Karena tadi itu, hanya sebatas kasalahan pahaman komunikasi saja," ujarnya. 

Ia berharap, permasalahan yang sekarang ini terjadi, diharapkan tidak berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) para murid. 

"Yang saya Khawatirkan ini kemana-mana, tapi mudah-mudahan mereka tetap fokus belajarnya dan tidak terganggu. Dan sekali lagi saya minta maaf atas kesalahpahaman ini," tandasnya. 

Kuasa hukum terduga korban guru

Terpisah, kuasa hukum terduga korban, Supian Ahmad, S.H.,M.H menyatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan musyawarah bersama Kepsek SMK Negeri 2 Rangkasbitung

"Alhamdulillah sudah musyawarah kemarin, termasuk dengan perwakilan gurunya juga," katanya dalam pesan singkatnya. 

Menurutnya, persoalan yang terjadi antara guru dengan Kepsek hanyalah kesalahan pahaman.

"Setelah kemarin musyawarah ternyata hanya kesalahpahaman saja sebetulnya. Jadi ada miskomunikasi, dan tadi itu semuanya sudah diluruskan," ujarnya. 

Ia juga berharap, isu yang sedang berkembang ini diharapkan tidak berdampak terhadap lingkungan sekolah.

"Mudah-mudahan tidak. Karena hanya kesalahpahaman, kemarin sudah clear," ujarnya. 

Sebelumnya, Viral rekaman curhatan dua guru perempuan SMK Negeri 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban pelecehan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Rangkasbitung

Dalam rekaman yang diterima TribunBanten.com, dua korban diduga menjadi korban pelecehan terduga oknum Kepsek tersebut.

Berikut isi percakapan para korban terkait tindakan oknum Kepsek.

"Aku salaman, tangan aku dipegang di ke perutnya, terus sama aku di lepasin," ujarnya salah satu terduga korban.

"Atu wajar lah kalau kaya begitu mah ngarang," balas temanya yang juga terduga korban.

"Kamu juga pernah dulu yah beb? Di Apain itu?," 

"Dicium tangannya, aku sampe nangis, nyeri hate lah (sakit hati lah),".

"Dimana itu, emang berdua saja?"

"Kan aku udah cerita pada dirimu, pada saat bagian konsumsi waktu itu, aku sendiri. Terus bapak ada, aku mah salaman biasa-biasa aja, dikira mah gak gimana-gimana gitu, terus udah gitu kaget kan, makanya aku lari keluar."

"Ya Allah yah beb."

"Kan kamu suka ketemu tuh yah, terus gimana sikap dianya ke kamunya?"

"Biasa aja, senyum aja." 

Menurutnya korban, tindakan Kepsek tersebut juga terjadi pada anak-anak murid.

"Kan banyak tuh beb yang laporannya, ke anak muridnya juga sama. Cunihin tea yah, gak tau lah gak ngerti. Takut akunya."

"Aku geh beb, aku cerita ke kamh kaget beb, beneran. Ke kamu juga begit."

"Terus satu lagi beb, ibu yang gak punya suami tuh, kata aku gitu gak sih. Berarti Kepseknya gak mandang orangnya beb, jadi siapa aja."

"Wajarlah ke saya karena saya seksinya misalnya, buktinya yang lain juga sama. Bahkan dicium tangannya. Ya Allah kata beb."

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved