Warga Baduy Dibegal di Jakarta
PILU! Warga Baduy Korban Begal di Jakarta Sempat Ditolak Rumah Sakit
Repan, warga Baduy Dalam asal Lebak, jadi korban begal di Jakarta. Usai dibacok, ia sempat ditolak rumah sakit karena tak punya identitas.
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Nasib malang menimpa Repan (16), warga Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten. Saat berjualan madu khas Baduy di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ia menjadi korban pembegalan disertai pembacokan.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (26/10/2025), ketika Repan tengah berjualan madu di sekitar Jalan Pramuka. Pelaku yang hendak merampas barang dagangan dan uang hasil jualan tiba-tiba menyerangnya dengan senjata tajam.
Akibatnya, lengan kanan Repan mengalami luka bacok cukup parah. Ia sempat melawan, namun pelaku berhasil merampas madu khas Baduy, uang tunai, dan satu unit ponsel, lalu kabur meninggalkannya terkapar bersimbah darah.
Lebih memilukan, saat Repan berusaha mencari pertolongan, ia sempat ditolak oleh pihak rumah sakit karena tidak membawa identitas diri.
“Iya benar, kata pengakuan Repan begitu. Tapi kami tidak tahu rumah sakit mana, karena kejadiannya malam hari dan dia tidak punya KTP,” ujar Kepala Desa Kanekes, Oom, saat dihubungi TribunBanten.com, Kamis (6/11/2025).
Menurut Oom, mestinya pihak rumah sakit memberikan pertolongan terlebih dahulu tanpa melihat kelengkapan administrasi.
“Harusnya ditangani dulu, syarat administrasi bisa menyusul. Ini soal nyawa,” tegasnya.
Saat ini, Repan telah mendapatkan penanganan medis dan tinggal sementara di rumah singgah lembaga bantuan hukum di Jakarta, atas instruksi Gubernur Banten.
“Sudah keluar dari rumah sakit dan ditangani. Sekarang tinggal di rumah singgah. Cuma belum bisa pulang karena tangan masih dibalut perban,” jelas Oom.
Repan dikenal warga sebagai anak muda yang rajin. Ia kerap berjualan madu Baduy ke luar daerah secara mandiri dengan berjalan kaki.
“Dia sudah biasa jualan sendiri ke kota. Baru kali ini kami dengar ada warga Baduy yang dibacok saat berjualan,” kata Oom.
Kepala Desa Kanekes juga menyoroti lambannya proses penyelidikan pihak kepolisian. Ia mendesak Polsek Cempaka Putih segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku pembegalan.
“Katanya masih ditelusuri. Tapi masa iya polisi tidak bisa menangkap pelaku? Kan tugas mereka melindungi masyarakat,” ujarnya.
Oom menegaskan, jika pelaku tidak segera ditangkap, hal itu bisa memicu kemarahan masyarakat Baduy lainnya.
“Ini bukan perkara sepele. Kalau pelaku tidak tertangkap, bisa memicu kemarahan warga Baduy,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihak desa siap melapor langsung ke Polda Metro Jaya jika kasus ini tidak segera ditangani tuntas.
“Kalau Polsek Cempaka Putih tidak bisa, kami akan adukan ke Polda Metro Jaya. Pelaku harus dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Oom juga mengungkap, Repan merupakan anak kedua dalam keluarganya.
“Kalau tidak salah, dia anak kedua,” katanya menutup pembicaraan.
| Pembegal Revan Berjumlah 4 Orang Pakai 2 Motor, Polisi Kesulitan Cari Saksi dan Rekaman CCTV |
|
|---|
| VIDEO : Reaksi Tokoh Adat Suku Baduy, Warganya Dibegal di Jakarta, Diduga Sempat Ditolak Rumah Sakit |
|
|---|
| Sosok dan Kondisi Terkini Repan, Warga Baduy Dalam Dibegal Saat Jual Madu di Jakarta |
|
|---|
| Polsek Cempaka Putih Didesak Tangkap Pelaku Pembacok Warga Baduy di Jakarta: Bukan Masalah Sepele |
|
|---|
| Warga Baduy Jadi Korban Pembegalan di Jakarta, Relawan Jaga Banten Minta Polri Segara Tangkap Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Repan-Penjual-MAdu-Baduy.jpg)