BPBD Lebak Tetapkan Sungai Ciujung dan Ciberang Siaga Satu, Warga Diminta Waspada

BPBD Lebak menetapkan Sungai Ciujung dan Sungai Ciberang berstatus siaga satu, setelah debit air mengalami peningkatan akibat hujan deras

Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Dok.
Luapan sungai Ciujung menggenangi permukiman warga di Rangkasbitung, Minggu (3/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menetapkan Sungai Ciujung dan Sungai Ciberang berstatus siaga satu, setelah debit air mengalami peningkatan akibat intensitas hujan deras.

Berdasarkan catatan BPBD Lebak, ketinggian muka air sungai mencapai 500 sentimeter, dengan debit air sekitar 600 meter kubik per detik.

Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan bahwa naiknya debit air kedua sungai tersebut disebabkan oleh hujan deras yang terjadi di wilayah hulu, khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Baca juga: Banjir Berulang Hantam Area Pesawahan, Asa Petani Padarincang Serang Memanen Padi Pupus

“Penyebabnya berasal dari hulu Sungai di kawasan TNGHS karena hujan turun sepanjang hari,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu (3/1/2026).

Febby mengungkapkan, apabila ketinggian air Sungai Ciberang dan Ciujung melebihi 650 sentimeter, maka kondisi tersebut sudah masuk kategori banjir perkotaan.

“Kami memiliki prediksi, jika hujan di wilayah hulu masih tinggi, maka kami akan tetap bersiaga. Namun, kuncinya ada pada pembukaan Bendungan Pamarayan agar air dapat segera surut,” ujarnya.

Febby menyebutkan, terdapat empat kecamatan di Kabupaten Lebak yang berpotensi terdampak apabila kedua sungai tersebut meluap.

Di antaranya Kecamatan Leuwidamar, Cimarga, Kalanganyar, dan Rangkasbitung.

“Ada empat kecamatan yang berpotensi terdampak jika terjadi luapan,” katanya.

Menurut Febby, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem saat ini dipengaruhi oleh adanya siklon tropis yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026.

“Namun nanti akan ada pembaruan terkait perkembangan cuaca ekstrem tersebut,” ujarnya.

Febby mengimbau masyarakat Kabupaten Lebak agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem saat ini.

“Masyarakat harus siap mengantisipasi, baik pagi, siang, maupun malam hari, terutama bagi wilayah yang rawan banjir dan longsor,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved