Seba Baduy 2026
Jelang Seba Baduy 2026, Jaro Oom Beberkan Kesiapan dan Tradisi Sakral Masyarakat Baduy
Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, akan segera melaksanakan Seba Baduy pada 24 April 2026.
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Masyarakat suku adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, akan segera melaksanakan Seba Baduy pada 24 April 2026.
Seba Baduy adalah ritual adat tahunan masyarakat suku adat Baduy yang wajib dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan silaturahmi kepada pemerintah atau Bapak Gede.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang biasa dilakukan satu tahun sekali.
Jaro Kanekes atau Jaro Baduy, Oom membeberkan kesiapan Seba Baduy tahun ini.
Oom mengatakan, bahwa sekarang ini masyarakat Baduy tengah memasuki tahap ngalaksa atau ritual setelah puasa kawalu.
Puasa Kawalu adalah ritual puasa tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Baduy Dalam selama tiga bulan berturut-turut, di mana setiap bulannya dilakukan puasa selama tiga hari.
"Masih proses ngalaksa belum ada penutup adat. Nanti setelah beres kita persiapan Seba Baduy," katanya kepada TribunBanten.com, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini, Selasa 14 April 2026 Naik Rp 45 Ribu : Cek Daftarnya
Oom mengaku bahwa peserta yang akan ikut Seba Baduy masih dalam proses pendataan.
"Tapi sebagian sudah terdaftar, cuma belum fiks pemberangkatannya," ujarnya.
Oom mengungkapkan, Seba Baduy tahun ini disebut sebagai Seba letik atau Seba kecil.
Sehingga peserta Seba Baduy tidak akan banyak, diperkirakan kurang lebih 1.500 orang.
"Entah banyak entah kurang. Kan ini masuk Seba Kecil, biasanya pesertanya enggak banyak, seperti Seba Gede," bebernya.
Lanjut Oom menjelaskan, perbedaan Seba Gede dan Seba kecil. Seba Gede ada hal yang harus dibawa dan dipersiapkan secara matang olah masyarakat Baduy terutama pada ritual sakral ke Gubernur Banten.
Sementara Seba Kecil, persiapan sederhana namun ada beberapa perangkat barang yang dibawa.
"Sebetulnya sama aja, tapi ada sesuatu yang harus dibawa. Bedanya gitu doang," jelasnya.
Oom mengatakan, masyarakat Baduy luar dan dalam akan memakai pakaian yang berbeda pada Seba Baduy mendatang.
Antara lain, pakaian putih udeng putih mencirikan Baduy dalam. Sementara Baduy luar memakai pakaian hitam biru muda dan udeng biru.
| Momen 1.552 Warga Suku Baduy Menghadap "Bapak Gede" Gubernur Banten dan Serahkan Hasil Bumi |
|
|---|
| Di Acara Seba Baduy 2026, Gubernur Banten Dihadiahi Sorban oleh Dubes Palestina untuk Indonesia |
|
|---|
| Pesan Warga Suku Baduy untuk Bupati Lebak: Jaga Sungai dan Jangan Korupsi |
|
|---|
| Sederet Duta Besar hingga Dubes Iran Hadiri prosesi “Muka Panto” Seba Baduy di Gedung Negara Banten |
|
|---|
| Detik-detik Gubernur Andra Soni Buka Pintu Gedung Negara untuk 1.552 Warga Baduy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Jaro-Kanekes-atau-Jaro-Baduy-Oom.jpg)