Desa Cidikit Bayah Lebak Jadi Langganan Bencana Longsor Hingga Sering Terjadi Pergerakan Tanah

Potret wilayah Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, yang sering mengalami longsor dan pergerakan tanah. 

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Kolase FotoTribun Banten/Misbahudin
Penampakan longsor di Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada (4/12/2024). 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Potret wilayah Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, yang sering mengalami longsor dan pergerakan tanah

Terbaru akses jalan di Desa Cidikit amblas akibat pergerakan tanah, kemudian pada Sabtu (3/1/2026) sore sebanyak 12 rumah warga mengalami rusak berat akibat pergerakan tanah.

Perlu diketahui, wilayah Desa Cidikit terdapat salah satu perusahaan tambang emas  besar yang pernah terindikasi penyebab terjadinya longsor pada 4 Desember 2024. 

Akibatnya, sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Lebakmangga yang terdampak akibat longsor waktu itu. 

Bahkan, Badan Geologi juga sempat melakukan penelitian  terkait penyebab longsor di Kampung Lebakmangga tersebut. 

Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, membenarkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan Badan Geologi pada tahun 2025 mengarah terhadap aktivitas keberadaan tambang.

"Waktu itu kesimpulannya mengarah ke sana. Tapi kalau yang sekarang kami belum tahu, apa mengarah kesitu atau bukan. Karena kami belum terima data," katanya dalam sambungan telepon, Senin (5/1/2026). 

Baca juga: Pergerakan Tanah Melanda Desa Cidikit Bayah Lebak, 12 Rumah Rusak Berat

Menurut Febby, wilayah Desa Cidikit perlu dilakukan penelitian oleh Badan Geologi terkait potensi kerawanan longsor dan pergerakan tanah termasuk juga penyebabnya. 

"Betul, kita inginnya seperti itu, termasuk wilayah Bayah agar lebih spesifik. Supaya ke depan kita bisa menentukan kebijakannya sperti apa," ujarnya. 

Lanjut, Febby mengakui, wilayah Cidikit sering mengalami pergerakan tanah, dimungkinkan adanya penurunan kualitas lingkungan kurang baik. 

"Memang kalau liat data, Cidikit ini sering mengalami pergerakan tanah, dan longsor . Karena mungkin kualitas lingkungannya kurang baik. Termasuk tahun lalu juga sama," ucapnya. 

Sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak longsor tahun 2024 masih tinggal di Lebakmangga

Febby mengatakan, warga yang terdampak masih tinggal di rumahnya masing-masing. 

"Masih tinggal di rumahnya masing-masing. Tapi sebagian sudah ikut keluarganya pindah, " katanya. 

Meskipun warga masih tinggal di Lebakmangga, namun BPBD Lebak selalu memberikan himbauan kepada warga di tengah cuaca sekarang ini. 

"Kita selalu berikan himbauan, misalnya dengan cara melakukan ronda saat malam hari, khawatir terjadi di malam hari," ujarnya. 

Menurut Febby, Dinas Perkim Lebak sudah menyampaikan penangan tersebut kepada Perkim Provinsi Banten. 

"Sudah disampaikan waktu itu melalui Perkim Lebak, mudah-mudahan tahun ini bisa ada penanganan," ujarnya. 

Febby menyebut, rencana relokasi akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. 

"Waktu itu kita sudah sepakat, Pemprov Banten juga sudah meminta kepada kita data-data ditail nya, termasuk kepemilikan lahan nya. Dan itu sudah kita usulkan ke Pemprov Banten," katanya. 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved