Dampak Kenaikan BBM, Mobil Sampah di Lebak Gunakan Pertamina Dex: Anggaran DLH Terancam Bengkak

Sebanyak 16 unit armada angkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten, kini tidak lagi menggunakan BBM

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
DLH - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kebupaten Lebak, Irvan Suyatupika.  

Ringkasan Berita:
  • Armada sampah DLH Kabupaten Lebak beralih dari biosolar ke Pertamina Dex, pasca adanya kenaikan BBM.
  • Barcode biosolar belum diterima meski sudah daftar ulang lebih dari 20 hari.
  • Penggunaan Pertamina Dex Rp27.900 per liter dinilai membebani anggaran DLH Lebak.

 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 16 unit armada angkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten, kini tidak lagi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar, melainkan beralih menggunakan Pertamina Dex.

Diketahui, harga Pertamina Dex saat ini mencapai Rp27.900 per liter.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengungkapkan penggunaan BBM jenis Pertamina Dex sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir, setelah terjadi kenaikan harga BBM sebanyak dua kali berturut-turut.

Ia mengatakan, sebelum kenaikan harga BBM, armada pengangkut sampah DLH Lebak menggunakan biosolar dengan harga sekitar Rp6.000 lebih per liter.

Namun, penggunaan biosolar kini ditolak oleh pihak Pertamina dan diminta untuk melakukan pendaftaran ulang.

“Iya, semua armada pengangkutan sampah kita pakai Pertamina Dex. Karena biosolar yang biasa dibeli langsung lewat barcode Rp6.000 lebih ditolak, katanya harus daftar ulang,” kata Irfan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/5/2026).

Ia mengaku telah melakukan pendaftaran ulang untuk penggunaan biosolar tersebut, tetapi hingga kini barcode baru belum juga diterima.

“Sekarang sudah lebih dari 20 hari kita belum menerima barcode, jadi mobil sampah kita pakai Pertamina Dex yang Rp27.900 per liter,” ujarnya.

Meski demikian, pengangkutan sampah tetap berjalan meskipun harga BBM yang digunakan jauh lebih tinggi.

Baca juga: Viral CCTV Curanmor Bersenpi di BPJS Cikande Serang, Dua Pelaku Asal Lampung Berhasil Dibekuk Polisi

“Sampah tetap kita angkut, jadi tetap pakai BBM Rp27.900,” katanya.

Menurut Irfan, jika penggunaan Pertamina Dex terus berlangsung dalam jangka panjang, maka akan berdampak terhadap kondisi anggaran DLH Lebak.

Padahal, lanjut dia, sudah ada Surat Edaran (SE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengecualikan penggunaan BBM tertentu bagi kendaraan pelayanan publik seperti mobil sampah, ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan lainnya.

“Ya dampaknya ke anggaran, cukup atau tidak untuk satu tahun. Karena yang tadinya harganya Rp6.000 lebih sesuai hitung-hitungan, sekarang pakai Pertamina Dex sudah hampir satu bulan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, DLH Lebak juga telah meminta bantuan Inspektorat Lebak untuk mendampingi perhitungan anggaran yang digunakan.

“Kita sampai minta bantuan ke Inspektorat untuk mendampingi perhitungan dengan kondisi seperti ini. Sampai bulan apa ini BBM kita untuk mengangkut sampah,” tandasnya.

 


 
 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved