Dua Bocah Luka Bakar Saat Nyalakan Mainan Meriam Bleson di Rangkasbitung, Begini Kronologinya

Namun bahan bakar spirtus yang digunakan secara tiba-tiba meledak, dan menyambar ke wajah dan tubuh dua bocah tersebut.

Penulis: Misbahudin | Editor: Wawan Perdana
Tribun Jogja
ILUSTRASI MERIAM BAMBU : Sejumlah anak bermain meriam bambu di Kauman, Wijirejo, Bantul, Rabu (24/6). Dua bocah di Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Provinsi Banten, terkena semburan api saat menyalakan bleson terbuat dari bambu. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK-Dua bocah bernama Asep Aripin (7 tahun) dan Samsul (13 tahun), warga Kampung sabagi, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Provinsi Banten, terkena semburan api saat menyalakan bleson terbuat dari bambu. 

Bleson adalah permainan tradisional berbentuk meriam kecil, yang menghasilkan suara nyaring.

Mainan ini populer digunakan saat perayaan Ramadhan di sejumlah desa di Banten.

Peristiwa dua bocah terbakar ini terjadi pada pukul 15.00 WIB sore, Selasa (24/2/2026). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, Asep dan Samsul, awalnya hendak menyalakan beleson dengan api. 

Namun bahan bakar spirtus yang digunakan secara tiba-tiba meledak, dan menyambar ke wajah dan tubuh dua bocah tersebut. 

Warga sekitar yang mendengar suara ledakan langsung berhamburan memberikan pertolongan kepada dua bocah tersebut. 

Dari video amatir yang beredar, tampak kedua bocah mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Orang tua, Asep Aripin, Jaja (48), mengungkapkan awalnya  anaknya dan temannya meminta korek gas untuk menyalakan petasan.

Baca juga: Tukang Ojek Minta Keadilan, Gugat Gubernur Banten dan Bupati, PN Pandeglang : Sudah Register

"Mereka bilang mau nyalain petasan. Ternyata main bleson, dikasih spiritus lalu dibakar. Langsung meledak," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/2/2026). 

Jaja mengatakan, ledakan tersebut menyambar wajah, tangan, kaki hingga badan korban.

"Yang kebakar muka, tangan dan kaki. Hampir sekujur tubuh. Kejadiannya sekitar jam tiga sore, langsung kami bawa ke klinik terdekat di Babakan," katanya. 

Lanjut, saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat Klinik Antasari Farma Rangkasbitung.

"Kondisi keduanya terus dipantau, tim medis guna mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan," ucapnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved