Pemuda Blokir Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang untuk Balap Liar, Warga Minta Polisi Bertindak
Aksi balap liar di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang, tepatnya di Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, kembali meresahkan warga.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Ringkasan Berita:
- Balap liar terjadi di Jalan Raya Rangkasbitung–Pandeglang, tepatnya di Kampung Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
- Pelaku memblokir sebagian akses jalan menggunakan sepeda motor, membuat pengendara terpaksa berhenti.
- Warga mendesak kepolisian untuk meningkatkan patroli dan melakukan penindakan tegas karena lokasi balap liar dekat dengan Polsek Warunggunung dan membahayakan pengguna jalan.
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sekelompok pemuda menggelar aksi balap liar di Jalan Raya Rangkasbitung–Pandeglang, tepatnya di Kampung Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (1/3/2026) dini hari.
Pantauan jurnalis TribunBanten.com di lokasi, aksi balap liar tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Para pemuda terlihat berkumpul dalam beberapa kelompok di sepanjang ruas jalan sambil menggeber sepeda motor berknalpot brong.
Baca juga: Ketua DPRD Lebak Kerahkan Anggota Awasi MBG, Pastikan Kualitas dan Kelayakan Menu
Tak hanya itu, mereka juga memblokir sebagian akses jalan menggunakan kendaraan, sehingga para pengendara yang melintas terpaksa berhenti dan menunggu hingga aksi tersebut selesai. Kondisi ini tentu membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Aksi balap liar ini tidak hanya diikuti para remaja dan pemuda, tetapi juga menarik perhatian anak-anak yang turut menyaksikan di sekitar lokasi.
Jarak lokasi balap liar dengan Polsek Warunggunung diketahui sekitar 2,4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat menit.
Sementara itu, Jalan Rangkasbitung–Pandeglang merupakan akses vital yang setiap harinya dipadati kendaraan dari berbagai arah.
Salah seorang warga Cikulur, Budi, mengatakan aksi balap liar di lokasi tersebut kerap terjadi, terutama selama bulan Ramadhan.
“Iya, sering banget. Apalagi sejak bulan puasa ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Budi, balap liar biasanya berlangsung mulai pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB.
“Jam segini sudah ramai. Biasanya mereka kumpul per kelompok, setelah itu baru gabung jadi ramai. Anak-anak kecil juga ikut nonton,” katanya.
Ia berharap pihak kepolisian segera melakukan penindakan atau setidaknya meningkatkan patroli di titik rawan tersebut karena khawatir dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Harapannya ada tindakan tegas, minimal patroli rutin di sini. Soalnya ini bahaya dan sangat mengganggu. Apalagi kantor Polsek tidak jauh dari lokasi,” pungkasnya.
| Kasus Tambang Pasir Laut Ilegal di Wanasalam Disorot, DPRD Banten Pertanyakan Belum Ada Tersangka |
|
|---|
| 4 Kriteria dan Tips Memilih Hewan Kurban untuk Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Tebing 60 Meter Longsor, Timbun Jalan Citorek-Warung Banten, Mobil Belum Bisa Melintas |
|
|---|
| Daftar Lima Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir dan Longsor, Ponpes Hanyut |
|
|---|
| Banjir Bandang Terjang Cipanas Lebak, Pondok Pesantren Salafi Hanyut Terbawa Arus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/BALAP-LIAR-Sekolompok-pemuda-t.jpg)