Antisipasi Kenaikan Harga, Dinas Ketapang Lebak Gelar Pangan Murah di Alun-Alun Rangkasbitung

Dinas Ketahan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak, menggelar gerakan pangan murah di halaman Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (12/3/2026).

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Misbahudin
Dinas Ketahan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak, menggelar gerakan pangan murah di halaman Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (12/3/2026). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (12/3/2026).

Pantauan di lokasi, puluhan warga terlihat mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Benu Dwiyana, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Baca juga: Dear Pemudik! Kereta Api Rangkasbitung–Merak Beroperasi Sampai Stasiun Cilegon Selama Mudik 2026

Selain itu, gerakan pangan murah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

“Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Lebaran Idul Fitri, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi sesuai instruksi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Karena itu kami rutin melaksanakan gerakan pangan murah,” katanya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut hanya digelar selama satu hari.

“Hanya satu hari, sampai malam,” ujarnya.

Benu menjelaskan, terdapat sekitar 11 komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai keriting, telur, serta daging.

Selain bahan pokok, kegiatan tersebut juga menghadirkan produk UMKM serta berbagai makanan olahan.

Ia mengungkapkan bahwa harga yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah relatif lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Kami usahakan harganya di bawah harga pasar. Walaupun tidak ada subsidi, minimal kami bisa memotong jalur distribusi dari penyedia barang atau vendor,” ujarnya.

Sementara itu, Ano, warga Rangkasbitung, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar.

“Lumayan murah, meskipun selisihnya tidak terlalu jauh dari harga pasar. Tapi setidaknya bisa membantu,” katanya.
 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved