Terbatas! Ini Daftar Rumah Sakit dan Puskesmas di Lebak yang Bisa Layani Pasien HIV
Dinkes Lebak mencatat hanya ada beberapa fasilitas kesehatan yang saat ini mampu memberikan pelayanan bagi pasien Human Immunodeficiency Virus
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat hanya ada beberapa fasilitas kesehatan yang saat ini mampu memberikan pelayanan bagi pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat lima fasilitas kesehatan yang melayani pasien HIV, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan.
Adapun fasilitas kesehatan yang dimaksud meliputi RSUD Adjidarmo, RS Kartini, RS Misi, RS Malimping, serta Puskesmas Maja.
Baca juga: Kasus HIV di Lebak Capai 32 Orang per April 2026, Terbanyak di Rangkasbitung
"Nah itu yang bisa melayani, silahkan bagi masyarakat yang terpapar HIV bisa berobat ke sana," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Nining, HIV merupakan penyakit yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya.
"Iya, karena memang sampe sekarang penyakit HIV itu tidak bisa sembuh," katanya.
Namun, pasien tetap dapat menjalani hidup normal dengan mengonsumsi obat secara rutin untuk menekan perkembangan virus di dalam tubuh.
"Obatnya tidak akan menyembuhkan. Karena virus itu akan berkembang biak di dalam tubuh, dengan minum obat itu bisa ditekan jumlah virusnya," jelasnya.
Persediaan obat HIV di Dinkes Lebak masih cukup, dikarenakan disuplai langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Masih aman," katanya.
Menurut Nining, HIV bisa menular saat berhubungan seksual. Bahkan, HIV bisa menular terhadap anak melalui jarum suntik.
"Bisa, karena dia menularnya hubungan seksual, bisa ibu ke bayi nya, melalui jarum suntik," ujarnya.
"Makanya tadi kenapa orang yang terpapar harus minum obat, biar menekankan virusnya," tambahnya.
Dalam upaya mencegah peredaran HIV di Lebak, Dinkes Lebak selalu memberikan arahan sosialisasi kepada masyarakat.
"Paling sosialisasi bahaya dan pencegahannya. Karena ini balik lagi ke kesadaran orang. Kita tidak bisa mengatur orang," pungkasnya.
| Kasus HIV di Lebak Capai 32 Orang per April 2026, Terbanyak di Rangkasbitung |
|
|---|
| Perbup Lebak Diabaikan, Parkir Liar Masih Marak di Jalan Raya Multatuli Picu Kemacetan |
|
|---|
| Jelang Seba Baduy 2026, Jaro Oom Beberkan Kesiapan dan Tradisi Sakral Masyarakat Baduy |
|
|---|
| Wisatawan Asal China yang Tenggelam di Pantai Cibobos Lebak Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| BKPSDM Lebak Klaim Penerapan WFH ASN Berjalan Lancar, ASN Serlok dari Pagi, Siang dan Sore |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Dinkes-Lebak-Nining-Tilawah-saat-ditemui-di-r.jpg)