Tanam Jagung di Lebak, Banten Bidik Produksi 52 Ribu Ton
Pemprov Banten menargetkan produksi jagung mencapai 52 ribu ton pipil kering sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK - Pemerintah Provinsi Banten menargetkan produksi jagung mencapai 52 ribu ton pipil kering sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Target tersebut ditegaskan dalam kegiatan penanaman jagung yang dilakukan Gubernur Banten, Andra Soni bersama Kelompok Tani (Poktan) Mekarjaya di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa (21/4/2026).
Penanaman dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan dukungan bibit dari Pemerintah Provinsi Banten.
Baca juga: Seba Baduy 2026 Resmi Digelar 23 April, Ini Agenda Lengkap dari Pembukaan hingga Penutupan
Andra Soni menegaskan, gerakan tanam jagung ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menuju kemandirian pangan.
"Gerakan ini merupakan kolaborasi bersama. Kita harus terus menanam, karena tidak ada hari tanpa tanam untuk mencapai swasembada pangan," katanya saat ditemui di lokasi.
Politisi Gerindra itu mengungkapkan, Banten memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan nasional jika seluruh daerah bergerak secara terintegrasi.
"Dengan segala potensi yang dimiliki Banten, dengan dukungan Bupati, hari ini kita menanam sebanyak 10 hektare dengan bantuan bibit dari Provinsi Banten," ujarnya.
"Semoga kolaborasi ini terus ditingkatkan, dalam rangka menuju swasembada pangan Indonesia, dan Banten berharap bisa menjadi bagian dari itu," tambahnya.
Perluasan Lahan dan Target Produksi Digenjot
Andra juga meminta Dinas Pertanian agar tidak berjalan sendiri, melainkan aktif berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
"Saya meminta Distan untuk terus berkoordinasi dengan bupati dan dinas pertanian kabupaten/kota, agar lahan yang bisa dikerjakan dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Distan Banten, Nasir, mengungkapkan bahwa potensi jagung memiliki peluang yang bagus di pasar.
Bahkan, kata dia, sedikitnya 14 pabrik pakan membutuhkan pasokan hingga 4.000 ton jagung per hari.
Oleh karena itu, Pemprov Banten menargetkan produksi jagung 52 ribu ton pipil kering, sekaligus memperluas areal tanam 9 ribu hektar di tiga wilayah, yakni Lebak, Pandeglang, Serang dan Tangerang.
"Tidak ada hari tanpa tanam. Kami terus mendorong percepatan perluasan lahan, dan peningkatan produksi," bebernya.
| Seba Baduy 2026 Resmi Digelar 23 April, Ini Agenda Lengkap dari Pembukaan hingga Penutupan |
|
|---|
| Agenda Gubernur Banten Malam Ini: Lepas Jemaah Haji Kloter 01 di Masjid Al-A’zhom Tangerang |
|
|---|
| Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Pantai Bagedur, Lompat Kejar Kapal Hanyut Saat Cuaca Buruk |
|
|---|
| Banjir Baduy Lebak: Sungai Cibarani Meluap, Jembatan Rusak, Warga Dipastikan Aman |
|
|---|
| Dinsos Lebak Masih Tunggu Putusan Inspektorat Soal Dugaan Pungli Pembuatan BPJS Kesehatan Rp400 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/TANAM-JAGUNG-Gubernur-Banten-Andra-Soni-bersa.jpg)