16.732 Wanita di Lebak Berstatus Janda, Faktor Ekonomi hingga Judol Diduga Jadi Pemicu

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat sebanyak 16.732 perempuan di Lebak menyandang status janda. 

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
(Istimewa via WartaKota)
ILUSTRASI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat ada sebanyak 16.732 wanita di Lebak menyandang status janda.  

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat ada sebanyak 16.732 wanita di Lebak menyandang status janda

Data tersebut tercatat tahun 2025 dengan jumlah keseluruhan 25.358 jiwa. 16.732 merupakan perempuan dan 8.626 lainnya laki-laki.

Tingginya angka perceraian itu diduga dipicu faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga keterlibatan judi online (judol). 

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Disdukcapil Lebak, Ahmad Najiyullah, mengatakan mayoritas kasus perceraian terjadi pada kelompok usia 15 hingga 40 tahun. 

Menurutnya, tingginya angka perceraian di Kabupaten Lebak menjadi fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian serius.

"Total cerai hidup sementara tahun 2025 sebanyak 25.358 jiwa, terdiri dari 16.732 perempuan dan 8.626 laki-laki. Penyumbang terbanyak berasal dari kelompok usia produktif," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026). 

Baca juga: Hewan Kurban Masuk Kota Serang Diperiksa Ketat, Wajib Kantongi Sertifikat Veteriner

Ia menyebut, faktor ekonomi diduga menjadi salah satu penyebab dominan tingginya angka perceraian di lebak. 

Selain itu, pernikahan usia dini juga dinilai berpengaruh terhadap ketahanan rumah tangga pasangan muda.

“Ini menjadi fenomena yang perlu diteliti lebih lanjut. Dugaan sementara karena faktor ekonomi, dan pernikahan dini, sehingga banyak terjadi cerai hidup," katanya. 

Menurutnya, jumlah perempuan berstatus janda lebih banyak dibandingkan kaum laki-laki dengan status duda. 

Kondisi tersebut diduga karena laki-laki cenderung lebih cepat menikah kembali setelah perceraian.

"Laki-laki kemungkinan lebih cepat mendapatkan pasangan dan menikah lagi. Sementara perempuan kemungkinan masih trauma, sehingga belum ingin menikah kembali," ungkapnya. 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved