10 Tips Beraktivitas Saat Cuaca Panas Ekstrem Supaya Tetap Aman dan Nyaman

Akun Instagram BMKG @infobmkg banjir komentar dari warganet yang mengeluhkan cuaca panas, Rabu (15/10/2025).

Tayang:
Editor: Vega Dhini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
CUACA PANAS - Warga beraktivitas di anjungan Transjakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/8/2023). Menurut BMKG, suhu udara akan berkisar 22 hingga 34 derajat celcius di siang hari, dengan kelembaban 50-80 persen. Akun Instagram Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) @infobmkg banjir komentar dari warganet yang mengeluhkan cuaca panas, Rabu (15/10/2025). 

TRIBUNBANTEN.COM - Belakangan masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air mengeluhkan cuaca panas yang dirasakan dalam beberapa hari terakhir.

Akun Instagram Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) @infobmkg banjir komentar dari warganet yang mengeluhkan cuaca panas, Rabu (15/10/2025).

"pantes gw akhir akhir ini kalo mau tidur ngerasa gerah mulu dan sering banget rambut basah/berkeringat.."

"Cikarang hot polll"

"jiaann panas poll minnn"

"Aku nyalain kipas 2 kekuatan full semua aja kalah sama suhunya"

"AC set 16⁰ tapi masih panas, alhasil tambah nyalain kipas beuh ternyata makin-makin pemicu nya berasa disembur naga ngeluarin api"

"kok depok panas bgt ya min"

"Panaass banget sampe bahan kueku terutama mentega2 leleeehhh semuaaa iih, padahal untuk jualaaaan"

Diberitakan WartaKotalive.com, BMKG memprediksi cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, akan mulai menurun pada akhir Oktober hingga awal November 2025.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan suhu panas yang terasa menyengat disebabkan oleh beberapa faktor alamiah.

Salah satunya, pergeseran semu matahari ke bagian selatan Indonesia yang meningkatkan intensitas radiasi matahari di wilayah selatan Tanah Air.

Selain itu, Indonesia kini tengah memasuki masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan suhu udara yang tinggi, kelembapan rendah, dan cuaca yang tidak menentu.

Minimnya tutupan awan juga memperparah paparan radiasi matahari, sebab sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa banyak hambatan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved