Demo Hari Ini
"Kalau Pintu Kebuka Pasti Mati Kita" Ini Pengakuan Lengkap Brimob Penabrak Pengemudi Ojol Affan
Pengakuan mengejutkan muncul dari salah satu anggota Brimob yang terlibat dalam insiden penabrakan pengemudi ojek online Affan Kurniawan.
Belum jelas bagaimana nasib driver ojol itu setelah dilindas rantis Polri.
Rantis Polri digunakan sebagai kendaraan untuk menghalau pengunjuk rasa yang di sekitar gedung DPR Jakarta.
Kendaraan buatan Pindad ini berbeda dari kendaraan sipil biasa karena rantis memiliki kemampuan menghadapi medan berat, gangguan keamanan, bahkan serangan langsung
Kendaraan lapis baja ini dilengkapi pelindung anti peluru dan pelat baja.
Memiliki fungsi khusus sebagai pengangkut pasukan, pengurai massa, penjinak bom, dan patroli VIP.
Seorang saksi mata, Abdul (29, bukan nama sebenarnya) mengatakan, laju mobil itu terlihat tidak terkendali.
"Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan. Siapa saja di depannya dihajar," kata Abdul saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis malam.
Abdul mengatakan, korban yang berprofesi sebagai driver ojol disebut tengah mengantarkan pesanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Namun, karena kondisi jalan macet akibat kericuhan, ia berhenti di sekitar Pejompongan sebelum akhirnya menjadi korban tabrakan.
Rekaman video juga memperlihatkan mobil Rantis sempat berhenti sesaat setelah menabrak, lalu kembali melaju meninggalkan korban yang terkapar di jalan.
Kejadian itu memicu kemarahan massa yang kemudian berusaha mengejar dan melempari kendaraan Brimob tersebut.
Menurut Abdul, insiden itu terjadi sekitar pukul 18.30-19.00 WIB, tak lama setelah aparat membubarkan demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI.
"Itu kejadiannya habis magrib, sudah benar-benar chaos, itu mobil saya lihatnya dari dekat halte, mengarah ke Pejompongan," katanya.
Demo di DPR Ricuh
Belum jelas apakah massa pengunjuk rasa yang berbuat kerusuhan di gedung DPR adalah mahasiswa atau warga biasa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.