Gebrakan Menkeu Purbaya Bikin Para Bos Muda Indonesia Optimis
Para bos muda di Indonesia menyambut baik gebrakan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa selama hampir dua bulan terakhir.
TRIBUNBANTEN.COM - Gebrakan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa selama hampir dua bulan terakhir mendapat sambutan positif dari bos-bos atau pengusaha muda.
Gebrakan Purbaya disebut out of the box dan membawa angin segar untuk para pengusaha Indonesia.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari.
Baca juga: Purbaya Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan: Sesuai Janji Presiden
Akbar Himawan mengaku menyambut baik berbagai terobosan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sejak dilantik menjadi menteri baru di Kabinet Prabowo-Gibran.
Termasuk kebijakan Purbaya sejak awal dilantik menjadi Menkeu, yakni mengguyurkan uang pemerintah Rp200 triliun yang mengendap di Bank Indonesia (BI) untuk disalurkan ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Diketahui tujuan dana tersebut disalurkan untuk mendukung ketersediaan likuiditas guna mendorong peningkatan penyaluran kredit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kemudian yang terbaru adalah Purbaya membuka kanal pengaduan yang diberi nama Lapor Pak Purbaya, di mana masyarakat bisa melaporkan permasalahan terkait pajak dan bea cukai ke Menkeu Purbaya.
Akbar pun mengatakan, pihaknya tidak pernah memprediksi terobosan-terobosan Purbaya sebagai menteri baru itu.
Sebab terobosan tersebut mengguyur sektor ekonomi riil agar bergeliat kembali.
"Kami selaku praktisi ya, dunia usaha, itu menyambut baik dengan terobosan-terobosan yang out of the box lah menurut kami, tanpa pernah diprediksi bahwa menteri baru dilantik langsung melakukan shifting gitu kan, mengguyur sektor-sektor riil agar ekonomi bergeliat, itu kita sambut baik," ungkapnya, Rabu (22/10/2025) seperti dimuat Tribunnews.com.
Hanya saja, kata Akbar, untuk kebijakan Purbaya yang mengguyur Rp200 triliun ke bank Himbara itu, pihaknya sampai saat ini belum sempat mengecek, apakah kebijakan Purbaya itu benar-benar terlaksana dengan baik dan berdampak pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, Akbar mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah kebijakan dari Purbaya itu terlaksana dengan baik.
"Cuman dari mulai kebijakan itu dilakukan sampai dengan hari ini saya belum cek nih ke teman-teman UMKM yang ada di daerah, apakah benar-benar uang yang di-shifting dari BI disimpan ke Himbara, lalu Himbara akan menyalurkan ke sektor-sektor produktif, dalam bentuk kredit ataupun apapun, apakah serapannya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha apa enggak," jelasnya.
"Kan yang paling penting bagaimana uang itu berputar di masyarakat, nah, ini pada implementasinya nanti kita cek ke di lapangan," imbuh Akbar.
Akbar mengaku, pihaknya juga telah meminta kepada Purbaya agar uang Rp200 triliun itu tidak hanya tersalurkan ke korporasi besar saja, agar bisa merata.
"Kami minta kepada Kementerian Keuangan, selain ngasih uangnya ke Himbara, kami mohonlah kepada Pak Purbaya, jangan sampai (Rp200 triliun) cuman hanya ke korporasi besar," paparnya.
SUMBER: TRIBUNNEWS
| Adakah Diskon Listrik di Tahun 2026? Ini Kata Menteri Keuangan |
|
|---|
| Profil Ahmad Dedi Muhdi : Aktivis Muda dan Pengusaha asal Tangerang, Jadi Anggota DPRD Banten |
|
|---|
| Soal Kabar Gaji Pensiunan PNS Naik, Ini Kata Menkeu Purbaya dan Taspen |
|
|---|
| Kemenkeu Bakal Buka Lowongan CPNS untuk 300 Lulusan SMA, Rekrutmen Bersifat Hybrid |
|
|---|
| Adiknya Jadi Kepala Bapenda Banten, Dimyati Sebut: Basic-nya Ikuti Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Menkeu-Purbaya-menjawab.jpg)