ERAA Siapkan Dana Rp100 Miliar untuk Buyback Saham Mulai Juni 2026

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) bersiap melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp100 miliar.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) bersiap melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp100 miliar. 

TRIBUNBANTEN.COM - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) bersiap melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp100 miliar. 

Langkah tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 2 Juni hingga 2 September 2026.

Manajemen ERAA menjelaskan, dana yang disiapkan untuk buyback saham berasal dari kas internal perusahaan. 

Nilai tersebut sudah termasuk biaya transaksi, perantara perdagangan efek, hingga biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Baca juga: IHSG Anjlok 3 Persen Sepekan, Ini 10 Saham yang Banyak Diborong Asing

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menargetkan jumlah saham yang dibeli kembali maksimal mencapai 797,5 juta lembar saham atau setara 5 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen, mengatakan perusahaan memiliki kondisi keuangan yang cukup kuat untuk menjalankan aksi korporasi tersebut tanpa mengganggu operasional bisnis.

"Sumber dana yang akan digunakan untuk pembelian kembali saham berasal dari kas internal," kata Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen dalam keterbukaan informasi, Jumat (29/5/2026).

Meski buyback saham akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas perusahaan, ERAA memastikan kondisi tersebut tidak akan memberikan pengaruh material terhadap kelangsungan usaha maupun prospek pertumbuhan bisnis ke depan.

Secara proforma, apabila seluruh anggaran buyback digunakan hingga batas maksimal Rp100 miliar, maka total aset perusahaan diperkirakan turun menjadi Rp28,7 triliun dari sebelumnya Rp28,8 triliun berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.

Sementara itu, nilai ekuitas perusahaan juga diproyeksikan mengalami penurunan menjadi Rp10,07 triliun dari sebelumnya Rp10,17 triliun.

Namun demikian, manajemen menilai dampak buyback saham terhadap operasional perusahaan relatif minim karena ERAA masih memiliki struktur modal yang sehat dan arus kas yang memadai.

Perusahaan optimistis seluruh kegiatan usaha tetap berjalan normal, termasuk ekspansi bisnis dan pengembangan operasional di berbagai lini usaha.

Aksi buyback saham umumnya dilakukan emiten sebagai langkah menjaga stabilitas harga saham di pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Selain itu, pembelian kembali saham juga sering dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat nilai pemegang saham di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif.

Dengan kondisi fundamental yang dinilai masih solid, ERAA yakin pelaksanaan buyback saham dapat berjalan optimal tanpa mengganggu strategi pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved