Pandeglang Dikepung Banjir di Awal Tahun, 23 Desa Terendam

Banjir melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, di awal 2026. Sebanyak 23 desa di 9 kecamatan terendam akibat luapan sungai

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Dok. Ist/Desa Idaman
Banjir kembali merendam permukiman warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang, ketinggian air mencapai 1,2 meter, Senin (12/1/2025). Banjir melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, di awal 2026. Sebanyak 23 desa di 9 kecamatan terendam akibat luapan sungai 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kabupaten Pandeglang, Banten, dikepung banjir di awal tahun 2026. Sebanyak 23 desa yang tersebar di sembilan kecamatan terendam banjir akibat meluapnya sejumlah sungai setelah diguyur hujan berintensitas tinggi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 12-13 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, ketinggian muka air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB akibat luapan sejumlah sungai di wilayah Pandeglang.

Baca juga: Waspada Banjir! Cuaca Banten Besok, 14 Januari 2026 Diiguyur Hujan Seharian

“Banjir di Kabupaten Pandeglang dipicu oleh luapan Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman setelah hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Ia merinci, sembilan kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi.

“Sebanyak 23 desa terdampak banjir dengan ketinggian air antara 20 sentimeter hingga satu meter,” katanya.

Dampak banjir cukup signifikan. BNPB mencatat sebanyak 537 kepala keluarga atau 2.051 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Agung Kecamatan Sobang.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan 537 rumah terdampak, dengan delapan rumah mengalami kerusakan ringan. Sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial turut terdampak, termasuk satu unit penggilingan padi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan koordinasi lintas sektor, pendataan, dokumentasi, serta pelaporan secara berkala.

“Hingga Senin sore, genangan air masih terpantau di sejumlah wilayah dengan tinggi muka air antara 20 hingga 100 sentimeter,” ujar Abdul Muhari.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Pandeglang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved