Wakil Ketua MBG Banten Perdana Resmikan Dapur SPPG Ekosistem di Pandeglang
Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Banten, Komarudin, meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu Pandeglang
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Banten, Komarudin, meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa (27/1/2026).
Dapur ini disebut sebagai dapur ekosistem yang melibatkan para petani lokal untuk menghasilkan sumber bahan baku.
Wakil Ketua MBG Provinsi Banten, Komarudin mengatakan, keberadaan SPPG ekosistem yang saat ini diresmikan merupakan perdana ada di Banten.
"Ya termasuk yang perdana, dan belum ada di semua SPPG. Karena SPPG lain masih mikir orientasi SPPG bagaimana. Mereka belum konsen soal ekosistem pemenuhan kebutuhannya," katanya saat ditemui di lokasi.
Baca juga: Cara Unik SPPG di Lebak, Salurkan MBG Pakai Kostum Superhero
Menurutnya, SPPG seharusnya menyiapkan ekosistem pemenuhan kebutuhan bahan pokok yang bersumber dari lokal.
Terlebih, nantinya bahan pokok yang dihasilkan tidak hanya diserap oleh SPPG mitra saja, termasuk dapur SPPG lainnya.
"Makanya Pak H Emul sudah merintis, ini bisa dijadikan sebagai contoh. Karena tidak hanya di suplai ke sini itu, tapi ke SPPG lain," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dapur SPPG ekosistem bisa dilakukan oleh mitra.
"Tapi pada saatnya nanti kita support yah. Termasuk KopDes Merah Putih juga seperti itu konsepnya," ujarnya.
Ia menilai, adanya dapur SPPG ekosistem diharapkan menjadi peluang bagi para petani untuk pemasarannya.
"Ini peluang bagi petani setempat. Petani sebetulnya sudah pinter, tinggal pemasarannya kemana gitu, nah ini kesempatan," ucapnya.
Sementara itu, mitra SPPG ekosistem, Mulyadi mengatakan, bahwa dapur yang dikelolanya berbeda dengan dapur yang lain.
"Dapur kita InsyaAllah berbeda dengan yang lain. Kita mempunyai dapur ekosistem, dimana melibat para petani untuk menghasilkan kebutuhan pokok dengan cara berkebun," katanya.
Baca juga: Respons PUPR soal Alun-alun Rangkasbitung Dinilai Banyak Kekurangan Meski Sudah Telan Rp4,9 M
Ia menyebut, memiliki petani wortel di Gunung Karang sebanyak 47 dengan luas lahan 2,5 hektar.
Kemudian di wilayah Kadugobang dan Cipasang terdapat tanaman buncis, kacang dan timun.
| Polda Banten Siapkan 76 SPPG di Tanah Jawara, 38 Titik Sudah Beroperasi |
|
|---|
| Guru MTs di Pandeglang Diduga Dipukul Relawan MBG, Ini Penjelasan Terduga Pelaku |
|
|---|
| Bocah 13 Tahun di Serang Jadi Korban Asusila Tukang Cuci Ompreng SPPG, Aksinya Direkam untuk Memeras |
|
|---|
| SPPG Kota Serang Curug dan Cipare 3 Dihentikan Sementara, 4.917 Penerima MBG Terdampak |
|
|---|
| Pemkot Serang Ultimatum Dua SPPG Disuspend karena Belum Penuhi Syarat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Satgas-Makan-Bergizi-Gratis-MBG-Provinsi-Banten-Komarudin.jpg)