Pengakuan Operator SDN Banyumas 1 Pandeglang soal Dugaan Pungli ke Wali Murid untuk Urus Perpindahan

Taufik Nuzulul Qur'an oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai operator SD Negeri Banyumas 1, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang

|
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
OPERATOR SEKOLAH - Taufik Nuzulul Qur'an oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai operator SD Negeri Banyumas 1, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat diwawancarai TribunBanten.com, Kamis (12/2/2026). 

"Jujur sejak saya menjadi korwil, kepada siapapun saya tidak pernah menyarankan yang berkaitan dengan pungli di sekolah. Karena kita tugas harus memberikan pelayanan yang baik, bukan meminta imbalan," tegasnya dalam sambungan telepon, Selasa (10/2/2026). 

Ia juga membantah jika dirinya menerima uang setoran dari oknum operator SD Negeri 1 Banyumas tersebut, soal kaitannya mengurus perpindahan sekolah.

"Punten, jangankan saya dari orang yang bersangkutan. Dan belum pernah menerima setoran. Namun mungkin mereka mengatasnamakan saya saja," ujarnya. 

Ia mengaku merasa dicemarkan nama baiknya oleh oknum operator SD Negeri 1 Banyumas tersebut. 

"Justru nama baik saya dicemarkan oleh orang yang bersangkutan. Dan jujur saya tidak instruksikan, duitnya gede enggak, saya dibawa-bawa," ucapnya. 

Ia menyebut oknum operator tersebut adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Iya dia ASN," katanya. 

Selain itu, dirinya juga menduga bahwa persoalan ini sering terjadi di lingkungan sekolah saat mengurus perpindahan siswa. 

"Saya sempat berpikir seperti itu, jangan-jangan ini semuanya seperti itu," katanya. 


Kronologi 

Orang tua siswa berinisial E menjelaskan, bahwa anaknya pindah sekolah dari Madrasah di Cileles ke SD Negeri 1 Banyumas kelas V. 

Bahkan anaknya tersebut sudah mengikuti pembelajaran di SD Negeri 1 Banyumas selama satu semester dan naik kelas VI. 

Namun, ditengah perjalanan hendak mendekati kelulusan kelas VI, anaknya mendapat masalah persoalan administrasi yang belum lengkap di sekolah Madrasah pada saat mengajukan pindah ke SD Negeri 1 Banyumas. 


"Jadi sudah sekolah, cuma katanya belum lengkap datanya. Tapi waktu padahal sudah di urus, anak saya juga sudah ikut belajar dan naik kelas VI di sana," jelasnya dalam sambungan telepon, Senin (9/2/2026). 

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kemudian E orang tua siswa menanyakan kepada oknum operator sekolah bagaiman caranya agar data anaknya tersebut bisa diperbaiki. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved